Narkoba Lebih Mengerikan dari Terorisme, Generasi Muda Dibuat Mati Perlahan

Syaefi15 28 7 17 56 Hot News
Narkoba Lebih Mengerikan dari Terorisme, Generasi Muda Dibuat Mati Perlahan

IDRUS.CO - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, terorisme bukan hanya yang menggunakan senjata atau bom, tapi juga yang lebih mengerikan adalah narkoba.
"Sekarang ini nyata adanya ancaman terorisme, tapi terorisme itu bukan hanya yang menggunakan senjata tapi juga yang lebih mengerikan dan mengancam generasi muda adalah narkoba. Generasi bangsa ini secara perlahan direduksi energi dan produktifitasnya, akhirnya menjadi ketagihan dan pesakitan. Mereka dibuat kecanduan dan mati secara perlahan-lahan, mati sosialnya, jiwanya, raganya, akhirnya mati kembali kepada sang pencipta," ungkap Khofifah di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (27/7/2017)

Hal itu disampaikan Mensos saat mengukuhkan Bupati HSU Abdul Wahid sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana. Sebelumnya Mensos juga menandatangani spanduk dukungan kepada Tagana untuk ikut memerangi narkoba.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai bagian dari Kementerian Sosial yang bertugas dalam penanganan korban bencana alam maupun bencana sosial saat ini juga diharapkan ikut dalam bela negara.

"Saya ingin mengajak saudara-saudara Taruna Siaga Bencana Hulu Sungai Utara siap untuk menjadi penguatan bela negara," katanya.

Mensos mengatakan ada 323 kabupaten dan kota di Tanah Air yang rawan bencana alam sehingga perlu disiapkan Kampung Siaga Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat daerah setempat dalam menghadapi bencana.

"Saya harapkan bisa segera disiapkan Sahabat Tagana baik dari unsur Pramuka, media dan elemen masyarakat lainnya" tambah dia.

Saat ini terdapat sekitar 56 ribu Sahabat Tagana, 36 ribu Tagana dan 6.500 Tagana Psikososial.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adhy Karyono mengatakan, Kampung Siaga Bencana Danau Lestari Desa Murung Padang dan Desa Danau Terati Kecamatan Banjang HSU merupakan KSB ke 19 di Kalimantan Selatan dan KSB ke 497 nasional.

"Daerah ini dipilih untuk dibentuk KSB karena sering mengalami banjir setiap tahunnya. Selama tiga hari 60 pemuda desa dilatih pengenalan bencana, dan lainnya," kata Adhy.

Pembentukan KSB bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat lokal diwilayah bencana, mengurangi risiko bencana, membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. (sza)



Related Post

Comment