Sadis! Menghilangkan Pita Suara Anjing Agar Tidak Berisik Jadi Tren Baru di Tiongkok

Wildandarussalam6 24 9 17 334 News
Sadis! Menghilangkan Pita Suara Anjing Agar Tidak Berisik Jadi Tren Baru di Tiongkok

IDRUS.CO- Setiap rumah yang memiliki anjing tentu sudah terbiasa mendengar suara gonggongan bahkan lolongan hewan peliharaan mereka. Demikian halnya para tetangga sepertinya sudah maklum akan hal itu.

Namun di Tiongkok, banyak orang merasa terganggu dengan suara berisik anjing yang dipelihara tetangga mereka, sehingga melaporkan hal tersebut kepada polisi. Apa yang selanjutnya dilakukan si pemilik anjing?

Siapa sangka mereka melakukan sesuatu yang sangat kejam. Dilansir Shanghaiist, anjing tersebut dibawa ke dokter hewan yang membuka praktik di tepi jalan untuk menghilangkan pita suaranya. Klinik hewan ilegal yang praktik sejak 14 September lalu, berada di sebuah jalan Kota Chengdu, Tiongkok. 

Untuk menghilangkan pita suara anjing, dokter Zheng memasang tarif operasi sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Di lantai depan subuah toko, terlihat anjing-anjing yang sedang tidak sadar karena pengaruh obat bius.

Beberapa anjing yang pita suaranya sudah dihilangkan.(Shanghaiist)
Beberapa anjing yang dibius.(Shanghaiist)

Proses operasi yang dilakukan sungguh sangat biadab. Seorang asisten dokter Zheng membuka mulut anjing dengan menggunakan dua utas tali. Selanjutnya dokter Zheng akan memotong pita suara hewan tersebut, dengan menggunakan beberapa alat yang tidak steril.

Disebutkan, Zheng mampu mengoperasi 10 ekor anjing dalam waktu satu jam. Ia membuang pita suara yang masih berdarah begitu saja di lantai. "Mengapa harus punya sebuah izin? Pemeriksaannya tidak ketat dan lagi pula tidak ada orang yang mengeceknya," kata Zheng.

Membuang pita suara pada anjing, disebut-sebut sedang tren di Tiongkok saat ini. Banyak pemilik anjing memilih untuk melakukannya agar hewan peliharaan mereka itu berhenti menggonggong.

Sementara pembela hak binatang PETA Asia mengatakan, menghilangkan pita suara anjing berarti menghilangkan kemampuan alami hewan itu untuk bersuara dan berkomunikasi.

Prosedur itu disebut 'tidak diperlukan dan sangat kejam'. "Mengerikan sekali mengetahui begitu banyak anjing menderita menjalani prosedur ini dari dokter hewan yang tidak berizin," kata Keith Guo, juru bicara PETA Asia.



Related Post

Comment