Kota Hasankeyf di Turki Terancam 'Ditenggelamkan' Bendungan Air

Mayanadr10 31 10 17 42 Hot Milenia
Kota Hasankeyf di Turki Terancam 'Ditenggelamkan' Bendungan Air

IDRUS.CO


Kota tua berusia lebih dari 10 ribu tahun di Turki, Hasankeyf, terancam tenggelam. Pasalnya, kawasan itu berada di jalur air dari proyek Bendungan Ilisu.

Hasankeyf menjadi saksi bisu peradaban Roma, Bizantium, sampai Ottomann di Turki. Bangunan kuno bersejarah masih banyak ditemukan di sana, dan menjadi objek wisata sejarah yang sering dikunjungi turis.

Dari Ankara, kota tua Hasankeyf bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama satu hari atau penerbangan selama dua jam.

Hingga saat ini, Hasankeyf dihuni oleh lebih dari 80 jiwa. Dikutip dari The Guardian, pemukiman di sana merupakan salah satu pemukiman kuno yang masih eksis di dunia. 


Selain menenggelamkan rumah-rumah, aliran air dari bendungan juga dikhawatirkan akan membuat hewan-hewan asli di sana minggat, seperti kura-kura dan burung.

Pemerintah Turki mengatakan kalau Bendungan Ilisu bakal memberi lebih banyak pasokan listrik ke kawasan tersebut. Mereka juga berjanji bakal memindahkan pemukiman, bangunan kuno, dan monumen bersejarah ke tempat baru.

Tapi, sebagian besar masyarakat dan aktivis menolak rencana tersebut. 

“Proyek Bendungan Ilisu hanya akan memberikan kehancuran bagi kami,” kata salah satu aktivis dari kelompok Keep Hasankeyf Alive yang juga pakar hidrologi dari Universitas Bauhaus Jerman, Ercan Ayboga.



“Kami akan kehilangan budaya, tak hanya milik lokal juga milik dunia,” lanjutnya, seperti yang dikutip dari Smithsonian Magazine.

Upaya memindahkan pemukiman mungkin masih terbilang masuk akal. Tapi, untuk benda bersejarah—seperti bangunan dan monumen, mungkin tidak. Karena, banyak yang bersemayam di dalam gua. 



Sebagai antisipasi, saat ini pemerintah Turki sudah membuat benteng penahan agar air tidak masuk ke dalam gua sehingga menyebabkan erosi.

Proyek Bendungan Ilisu telah direncanakan sejak tahun 1950-an, dan disetujui pada 2006. 

Pembangunannya sempat ditunda pada 2008 karena Bank Dunia tidak sepakat dengan rencana penggusuran tempat bersejarah di sana.

(sumber: CNN)

Related Post

Comment