Kawanan Perampok Satroni Rumah Tengkulak Gabah di Jombang, Pemilik Tewas Disekap

Yusuffirdaus50 8 11 17 27 Hot News
Kawanan Perampok Satroni Rumah Tengkulak Gabah di Jombang, Pemilik Tewas Disekap

IDRUS.CO-

Dini hari tadi, sekawanan perampok bersenjata menyatroni rumah tengkulak gabah di Jombang dan menyekap pasutri yang ada di rumah terebut. Akibat disekap terlalu lama sang suami akhirnya tewas.

Rumah megah berpagar setinggi 2 meter di Desa Ngumpul, Jogoroto, adalah milik pasangan Suyanto (69) dan Mundziroh (49). Pasangan suami-istri dua anak ini merupakan pengusaha jual-beli gabah.

pada dini hari tadi kawanan perampok bersenjata celurit menyatroni rumah mereka. Kakak korban Abdul Azis mengatakan, para pelaku masuk dengan cara menjebol pagar rumah korban.

Saat itu hanya ada Suyanto dan istrinya di dalam rumah. Putri korban sedang kuliah di Surabaya, sedangkan putranya sedang menjaga kandang ayam tak jauh dari rumah tersebut.

Para pelaku menyergap Mundziroh yang sedang menonton TV dan menyekapnya. Suyanto yang sedang tidur pulas juga tak luput disekap pelaku.

"Kejadiannya 02.30 Wib, korban diancam kalau tak mau menyerahkan hartanya akan dibunuh. Kemudian korban dilakban dan diikat dengan kawat," kata Azis kepada wartawan di lokasi, Rabu (8/11/2017).

Dengan begitu, kawanan perampok leluasa menguras harta korban. Para pelaku meninggalkan pasangan suami-istri itu dalam kondisi masih terikat.

"Untungnya ikatan kawat di tangan Mundziroh ada yang longgar sehingga dia bisa melepaskan diri, kemudian dia memanggil anaknya di kandang ayam," ujar Azis.

Nahas bagi Suyanto, tengkulak gabah ini dalam kondisi lemas akibat kesulitan bernafas setelah lakban para perampok menutup mulut dan hidungnya. "Korban tidak mengalami luka, dia kesulitan bernafas akibat dilakban pelaku. Sempat dibawa ke Puskesmas Jogoroto, tapi tak tertolong," terangnya.

Penyebab meninggalnya korban dibenarkan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi. "Korban meninggal karena dilakban oleh pelaku sehingga terganggu pernafasannya," jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban, lanjut Gatot, kawanan perampok diperkirakan berjumlah 5 orang. Setelah menjebol pagar rumah, para pelaku masuk melalui pintu depan rumah yang tak terkunci.

"Pintu tak terkunci, korban (Mundziroh) sedang melihat TV sehingga tak mendengar para pelaku masuk," ungkapnya.

Selain melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi, polisi juga mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang untuk diautopsi. Petugas memasang garis polisi di sekeliling rumah korban.

"Pelaku masih kami selidiki," tandas Gatot. (cep)



Related Post

Comment