Apakah Kamu Tahu 'Menopause' Versi Pria?

Mayanadr10 14 11 17 47 Sorot
Apakah Kamu Tahu 'Menopause' Versi Pria?

IDRUS.CO


Wanita dalam siklus reproduksinya mengenal istilah menopause. Menopause ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi selama kurang lebih 12 bulan. Ovarium yang menghasilkan sel telur dan hormon estrogen dan progresteron berhenti bekerja. 

Rupanya, hal ini pun juga akan dialami pria setelah lepas dari usia 30 tahun. Jika wanita mengenal istilah menopause, maka pria mengenal istilah andropause. Nugroho Setiawan, dokter spesialis andrologi Rumah Sakit Brawijaya menjelaskan, umumnya puncak kehidupan pria ada pada usia 25 - 30 tahun. Di atas usia 30 tahun, pria mulai mengalami degenerasi testosteron. Namun tak jarang ada yang mulai mengalami degenerasi sebelum usia 30 tahun. 

"Kalau menopause adalah kemunduran hormon estrogen yang cepat, ditandai dengan berhenti menstruasi selama setahun atau lebih. Andropause ini gradual, pelan-pelan, pria tidak merasakan," jelas Nugroho saat peluncuran sebuah produk suplemen makanan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan andropause tak mudah dideteksi. Namun, efek penurunan kadar hormon testosteron dapat dilihat dari kondisi fisik seperti tidak berenergi, loyo, tubuh relatif gemuk, gairah seksual rendah serta terancam oleh penyakit-penyakit metabolik antara lain hipertensi dan kencing manis. 

"Untuk mengetahui pasti, pria dapat mengisi ADAM Questionnare, dan diisi dengan jujur," ujarnya disusul tawa.

ADAM Questionnare atau Androgen Deficiency in Aging Males merupakan tes untuk mengetahui gejala-gejala penurunan hormon testosteron pada pria. Dilansir dari Elite Mens Guide, hasil tes ini akan menentukan apakah pria perlu untuk berkonsultasi dengan dokter perihal gejala-gejala andropause yang dialami. 

Terdapat 10 pertanyaan dengan jawaban ya dan tidak mengenai gejala andropause misalnya penurunan gairah seks, ereksi yang kurang, mengantuk setelah makan malam dan merasa kekurangan energi. Jika terdapat setidaknya 7 jawaban 'ya' maka pria sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Nugroho mengungkapkan andropause tidak dapat dihentikan atau dicegah. Ini merupakan siklus alami bagi pria. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah membuat proses penurunan hormon testosteron ini tidak terlalu cepat. 

"Ya caranya dengan olah raga secara tepat dan benar, makan bergizi dan seimbang, istirahat cukup, mengelola stres," katanya.

(sumber: CNN)

Related Post

Comment