Polisi Imbau Cucu yang Aniaya dan Rampok Neneknya Menyerahkan Diri | idrus.co

Polisi Imbau Cucu yang Aniaya dan Rampok Neneknya Menyerahkan Diri

Purnamacerahhati 7 12 17 46 Hot News
Polisi Imbau Cucu yang Aniaya dan Rampok Neneknya Menyerahkan Diri

IDRUS.CO

Ali Mahmud (23), seorang cucu yang tega merampok dan menganiaya neneknya yang berusia 1 abad (100), Sarbinah, hingga kini belum ditemukan oleh polisi.

Terhitung Ali menghilang setelah menganiaya neneknya itu menggunakan batu bata hingga terluka parah di bagian kepala dan wajahnya, pada Selasa (5/12/2017) dini hari. Kini pelaku menjadi buruan anggota gabungan Polsek Bekasi Timur bersama Polres Metro Bekasi Kota.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan, sampai hari ini anggota masih terus mencari keberadaan pelaku. Adapun informasi terakhir yang diterima pihaknya, Ali sempat berada di rumah kekasihnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Namun, Erna mengatakan, saat pihaknya mendatangi rumah kekasih Ali, pelaku sudah tidak ada di lokasi. “Anggota sudah ke sana kemarin. Tapi, dia sudah tidak ada. Begitu juga kekasihnya,” kata Erna, Kamis (7/12/2017).

Lebih jauh Erna menambahkan, hingga saat ini polisi masih berusaha mengejar pelaku. Hanya saja, belum diketahui lagi titik terakhir dari keberadaan pelaku. Pihaknya pun mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri.

“Kami menyarankan dia untuk menyerahkan diri,” ujar Erna.

Sekadar diketahui, nenek berusia 1 abad bernama Sarbinah menjadi korban perampokan dan penganiayaan oleh cucunya sendiri Ali Mahmud (23) di rumahnya, di Gang Masjid Al-Mukmin, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (5/12/2017) dini hari.

Akibat kejadian itu, harta benda sang nenek dibawa kabur oleh Ali, yaitu berupa kalung emas seberat 10 gram dan uang tunai Rp3 juta.

Selain kehilangan barang berharga, Nenek Sarbinah mengalami luka-luka akibat dianiayaan cucunya. Korban menderita sejumlah luka di bagian kepala, kedua matanya, hidung, dan bibirnya.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Elisabeth Kota Bekasi yang berada tidak jauh dari rumahnya. Ia ditemani anak pertamanya berinisial BH (70), yang tak lain orangtua Ali Mahmud (23).

“Kondisinya sudah lebih baik dari hari sebelumnya. Sekarang korban sudah bisa ngomong, dan minum obat juga," kata Sekertaris Kelurahan Pengasinan, Yudistira saat menjenguk korban, Rabu (6/12/2017). (ade)



Related Post

Comment