Dramatis, Penyelamatan Ibu dan Bayi Tertimbun Runtuhan Rumah di Pekalongan

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 282
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/idrus.co/index.php
Line: 340
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
16 12 17 71 News
Dramatis, Penyelamatan Ibu dan Bayi Tertimbun Runtuhan Rumah di Pekalongan

IDRUS.CO -  Apa yang dialami oleh bayi bernama Muhammad Irfan Alfatih (1,5) dan ibunya Was'ah (35) ini mungkin bisa disebut keajaiban. Warga RT 03/ RW 01, Desa Tanjung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah itu lolos dari maut pascagempa memporak-porandakan rumahnya Jumat (15/12/2017) malam.
 
Jumat tengah malam, keduanya tertimpa atap dan tembok batu bata rumahnya yang ambrol diguncang gempa. Irfan dan ibunya itu baru bisa dibebaskan warga setelah setengah jam tertimbun reruntuhan rumahnya. 

Was’ah bercerita, saat itu dia tidur sambil memeluk anak keduanya itu. Tiba- tiba dia merasakan ada goncangan gempa yang hebat. Rumah yang ditempatinya pun mendadak ambruk dan menimpanya. Saat kejadian, dia hanya bisa memeluk buah hatinya itu tanpa dapat bergerak sedikitpun.

“Saya sudah pasrah karena tidak bisa lari atau menghindar, bahkan seperti sudah tidak sadar. namun saya harus kuat karena ada anak yang harus bisa saya selamatkan ,” ucapnya pada wartawan iNews, Sabtu (16/12/2017).
 
Seperti ada mukjizat, nyawa ibu dan anak ini terselamatkan. Setelah setengah jam tertimbun, Was’ah dan Irfan akhirnya dapat ditolong oleh kakek dan keluarga yang dibantu oleh sejumlah tetangganya. Proses evakuasi berlangsung dramatis, lantaran pada saat gempa, listrik di lokasi kejadian mati total. 

Muhamad Tarno, kakek sang bayi juga merasakan rumahnya bergetar hebat saat gempa berlangsung. Tak butuh waktu lama, tembok rumah itu pun ambrol. Dia lalu teringat menantu dan cucunya yang tengah tidur dalam kamar. Setelah gempa berangsur mereda, Tarno pun mencari cucu dan menantunya itu di antara reruntuhan rumahnya.
 
Namun, karena suasana gelap, pencarian itu pun menjadi lebih sulit. Beruntung setelah membongkar reruntuhan pelan-pelan, keduanya bisa diselamatkan tanpa luka serius sedikit pun. 

“Saya panik dan langsung meminta pertolongan tetangga. Alhamdulillah nyawa keduanya berhasil diselamatkan. Keduanya sehat dan tak ada luka, hanya lecet sedikit, namun sepertinya masih trauma,” ucapnya.

Bayi dan ibunya ini memang tinggal bersama sang kakek di Pekalongan, sedangkan ayahnya, Muhamad  Ridwan, saat ini masih mencari nafkah di Jakarta. Kondisi Irfan dan ibunya Was’ah kini sehat wal afiat. Kendati demikian, irfan masih terlihat trauma dan sering menangis ketakutan.

Gempa yang  melanda sampai ke Pekalongan ini telah menghancurkan enam rumah di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.  Satu orang dilaporkan tewas dalam bencana ini. Korban tewas yakni Nenek Aminah (80) sudah dimakamkan Sabtu siang. Selain korban tewas tersebut, enam orang dikabarkan mengalami luka ringan. Namun tidak satu pun yang sampai dirawat di rumah sakit.

Sebagian korban gempa masih menempati rumahnya yang rusak dengan membuat kamar ala kadarnya. Badan Penganggulanan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan, tidak mendirikan tenda pengungsian, karena warga enggan mengungsi.

Related Post

Comment