Golkar Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Ini Alasannya

Desanwar 17 12 17 40 Hot News
Golkar Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Ini Alasannya

IDRUS.CO - Partai Golkar yang sebelumnya memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil di Pilgub Jabar dipastikan mencabut dukungannya.

Hal itu tertuang dalam surat yang beredar yang menyebut bahwa Golkar tak lagi memberikan dukungan kepada Walikota Bandung itu.

Surat itu sendiri bernomor R-552/GOLKAR/XII/207 tertanggal 17 Desember 2017 dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjend Idrus Marham.

“DPP Partai Golkar memutuskan untuk mencabut dan menyatakan tidak berlaku surat DPP Partai Golkar Nomor: R-485/Golkar/X/2017 tertanggal 24 Oktober 2017,” tulis surat tersebut.

Surat yang dicabut itu sendiri merupakan tentang rekomendasi/pengesahan pasangan calon kepala dearah Provinsi Jawa Barat.

Yakni yang menunjuk H Mochammad Ridwan Kamil, ST, MUD yang dipasangkan dengan H Daniel Muttaqien Syaifuddin.

Selanjutnya, ada perintah yang mengharuskan bahwa pencabutan tersebut disampaikan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien Syaifuddin.

“DPP Partai Golkar Provinsi Jawa Barat agar menyamapaikan pencabutan surat ini kepada Sdr H Mochammad Ridwan Kamil, ST, MUD dengan Sdr H Daniel Muttaqien Syaifuddin dan pihak-pihak terkait,” tutupnya.

Surat tersebut juga menerangkan penyebab dicabutnya dukungan kepada Ridwan Kamil.

Yakni meminta Ridwan Kamil untuk segera menetapkan Daniel Muttaqien sebagai wakilnya dalam Pilkada Jabar 2018.

Adapun batas waktu yang diberikan adalah sampai dengan 25 November 2017.

Namun sampai pada waktu ditetapkan, hal itu belum bisa dipenuhi.

“(Bahkan sampai hari ini), Sdr Ridwan Kamil, Calon Gubernur Provinsi Jawa Barat yang diputuskan Partai Golkar belum memutuskan calon Wakil Kepala Derah,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Golkar resmi memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai pasangan untuk Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Rekomendasi dukungan itu sediri diberikan saat partai belambang pohon beringin hitan itu masih dipimpin oleh tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto.

Keputusan itu sendiri sejatinya banyak ditentang oleh kader Golkar di Jawa Barat.

Sebab, sosok yang sebenarnya dijagokan Golkar saat itu adalah Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Saat ini, Golkar sudah dipimpin oleh Airlangga Hartarto yang diresmikan melalui rapat pleno pekan lalu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terkait beredarnya surat tersebut.



Related Post

Comment