Hati - hati, Penumpang Wanita di KRL Rawan Pelecehan Seksual

Desanwar 18 12 17 140 Hot News
Hati - hati,  Penumpang Wanita di KRL Rawan Pelecehan Seksual

IDRUS.CO - Akhir-akhir ini, semakin banyak pelecehan seksual yang dialami penumpang wanita saat menumpang commuter line (KRL).

Sejumlah peristiwa pun kerap bermunculan di media sosial, mulai dari pengakuan sampai yang terakhir adalah video.

Video itu sendiri merekam detik-detik seorang penumpang lelaki yang dengan gampangnya melakukan pelecahan seksual kepada seorang penumpang perempuan.

Tak tanggung-tanggung, sang pelaku sampai mengeluarkan pen*snya dan digesek-gesekkan kepada korbannya.

Perwakilan kelompok pengguna Commuter Line (CL Mania), Deddy Herlambang menyatakan, tindak kriminal pelecehan seksual itu kini semakin mengkhawatirkan.

Apalagi, hal itu jelas akan membuat kaum hawa dirundung rasa was-was dan ketakutan.

Nah, menurut Deddy, setidaknya ada dua jalur kereta KRL yang disebutnya memiliki tingkat kerawanan tindak pelecehan seksual.

Hal itu disebabkan karena dua jalur tersebut adalah yang paling padat dibanding lainnya, terutama saat jam-jam sibuk.

“Jalur paling rawan adalah Bekasi dan Bogor. Karena situasi di kereta ke Bekasi dan Bogor itu sangat padat penumpang,” kata Deddy, Minggu (17/12).

Untuk mengetahui ciri-ciri pelaku predator seksual, Deddy memberikan beberapa petunjuk kepada para wanita agar terhindar dari perlakuan seksual.

Hal itu berdasarkan pengalaman pribadinya yang sempat menyaksikan perilaku tak terpuji tersebut.

Salah satunya adalah dengan menggunakan jaket yang dilipat dan digantung di salah satu tangan.

Modus itu sengaja dilakukan untuk menutupi ‘anu’nya agar leluasa ‘beraksi’.

“Pokoknya perlu dicurigai kalau tengah kosong, tapi mereka (pelaku) bergerombol di tengah pintu atau di pinggir pintu,” terang Deddy.

Sayangnya, lanjut Deddy, sampai saat ini belum ada sanksi jelas menyangkut pelecehan seksual di dalam kereta api KRL.

Pasalnya, bukti pelecehan sangat susah diidentifikasi. Selain itu, juga dari pihak korban sendiri terkadang enggan melapor karena merasa malu.

Terlebih, tindak pelecehan seksual di dalam KRL, hanya pelaku dan korban saja yang tahu.

“Kalau copet jelas, kalau pelecehan belum ada tertangkap tangan. Terus buktinya apa? Kalau pelecehan masih belum jelas sanksinya,” katanya.

Sementara, meski di dalam gerbong KRL sudah dilengkapi kamera CCTV, padatnya penumpang menjadi persoalan tersendiri.

“Kamera CCTV ada, tapi penumpangnya banyak gitu, cuma kepala aja yang keliatan,” beber Peneliti Transportasi Intrans tersebut

Menurut dia, kasus seperti ini sering kali ditemui. Pasalnya, dari jutaan pengguna kereta api didominasi oleh para wanita.

Di sisi lain, kereta khusus wanita pun dianggap belum cukup untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual.

“Perempuan juga sudah disediakan KKW, kereta khusus wanita. Gerbong wanita kan ada dua di ujung. Tapi menurut saya itu juga bukan jawaban bahwa di sana tidak terjadi pelecehan,” kata Deddy.

Sebelumnya, beredar video seorang lelaki kedapatan melakukan pelecehan seksual kepada seorang pemumpang perempuan di kerta KRL Jakarta Kota-Bekasi.

Pria itu diduga melakukan pelecehan seksual dengan menjulurkan kemaluannya kepada seorang wanita yang berdiri berdesak-desakan di depannya.

Video kemarahan penumpang KRL diunggah pengguna akun Facebook Nur Aina Putri.

“Reminder untuk selalu hati-hati dan care dengan keadaan sekitar. KRL relasi Jakarta kota-Bekasi ada penumpang yang ketahuan melakukan sexual harassment,” tulis Nur Aini Putri.

Ia menambahkan, kejadian terjadi sekitar pukul 18.07 di Stasiun Klender Baru dan pelaku pun menjadi sasaran kemarahan penumpang.

“Pelaku memakai topi (lihat foto). Mohon maaf bila ada wajah-wajah selain pelaku yang terekam di video ini,” tambah Nur Aini Putri.

Dalam video berdurasi 1 menit 52 detik itu, tampak suasana dalam gerbong KRL penuh dan sesak.

Seorang wanita yang mengenakan baju biru yang berdiri di depan pelaku, tampak terganggu. Ia merasa risih dengan ulah pria di belakanganya.

Pria tersebut diduga menjulurkan alat kelaminnya hingga membuat wanita di depannya terganggu.

Aksi itu dilihat beberapa wanita berhijab di sampingnya.

Namun pria tersebut mengelak. Ia membantah melakukan pelcehan seksual seperti yang dituduhkan kepadanya.

Namun pernyataan pelaku dianggap hanya alasan dan pembelaan belaka.

“Eeee resletingnya masa iya buka turun langsung begitu,” ucap seorang wanita berjilbab.

Wanita lain meminta Petugas Keamanan Dalam untuk menurunkan penumpang tersebut.

“PKD tolong dong. Pelecehan ini namanya, turunin,” ucap penumpang.

“Demi Allah saya tidak melakukannya,” ucap pelaku.

“Demi Allah, omdo (omong doang). Gak merasa juga nih orang,” balas penumpang lain.

Akhirnya pria tersebut diteriaki para penumpang segerbong. Pelaku lantas menghindar dan menjauhi penumpang wanita yang memarahinya.



Related Post

Comment