Kisah Pilu, Gadis Ini Tolak Terapi Kemoterapi

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 282
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/idrus.co/index.php
Line: 340
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
18 12 17 84 Hot Inspirasi
Kisah Pilu, Gadis Ini Tolak Terapi Kemoterapi

IDRUS.CO - Li Xiaoqing (14) asal Provinsi Henan, Cina, adalah seorang anak yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, ia tumbuh di daerah di mana mata pencaharian umumnya adalah bertani. Ia tinggal bersama kakak laki-lakinya, adik perempuan, orang tua dan neneknya.

Keluarga kecilnya yang bahagia tiba-tiba saja seakan dilanda badai sejak Xiaoqing didiagnosis kanker hati yang cukup langka yaitu hepatoblastoma di tahun 2014.

Semenjak ia sakit, keluarganya terpaksa membawanya ke Beijing setelah dokter setempat memberi tahu mereka bahwa Xiaoqing akan mendapatkan perawatan yang lebih baik jika dirawat di rumah sakit ibu kota yang berjarak sekitar 510 kilometer jauhnya.

Ayah Xiaoqing, Xiangping, sampai harus bekerja keras demi membiayai pengobatan yang dijalani sang buah hati. Ia bekerja sebagai petani dan juga tukang las sebagai pekerjaan sampingan.

Dikutip dari Next Shark, ayahnya adalah sosok yang menemani Xiaoqing selama ia melakukan pengobatan di kota. Terkadang, ia harus tidur di jalanan selama sebulan untuk menghemat uang. Bahkan, selimut hingga dompet sang ayah pernah dicuri karena ia tidur di tempat banyak orang berlalu lalang.

Karena kondisi keuangan keluarganya yang memprihatinkan, Xiaoqing merasa tak tega dan meminta orang tuanya untuk memberhentikan kemoterapi yang memakan biaya banyak. Antara November 2015 dan November 2017, Xiaoqing dilaporkan telah menjalani 20 kali kemoterapi, dengan biaya sekitar US $ 44.500 atau hampir setara dengan Rp 603 juta.

"Ayah, aku tidak ingin kemoterapi lagi. Keluarga kita tidak punya uang lagi. Kapan kamu bisa membayar semua hutang? Ku mohon, relakan aku. Aku tidak ingin merepotkanmu. Tanpa aku, kamu tetap memiliki saudara laki-laki dan perempuanku," ujar Xiaoqing pada ayahnya.

Akan tetapi, naluri orang tua tidak akan pernah tega membiarkan anaknya merasakan sakit. Mereka bersikukuh untuk tetap mengusahakan kesembuhan Xiaoqing.

Kisah Xiaoqing pun mendapatkan pemberitaan luas di media lokal (bahkan media internasional). Tentu saja, banyak orang yang terketuk untuk membantunya dengan menyumbang di Tencent Charity dengan target $75,500 atau kurang lebih Rp 1 miliar untuk menutupi biaya berobat. Kini, sumbangnya sudah menyentuh angka Rp 110 juta dan terus bertambah. Semoga cepat diberikan kesembuahan ya, Xiaoqing.



Related Post

Comment