10 Fenomena Awan yang Langka dari Berbagai Penjuru Dunia

Syaefi15 29 12 17 101 Hot Style
10 Fenomena Awan yang Langka dari Berbagai Penjuru Dunia

IDRUS.CO - Beberapa peneliti meyakini bahwa awan itu seperti sidik jari manusia, yang tidak akan pernah sama antara bentuk awan yang satu dengan awan yang lain. Bentuk awan itu ditentukan oleh banyak faktor dari alam, mulai dari faktor kelembaban udara, suhu, musim dan iklm, serta faktor lain seperti angin, dan juga badai. Beberapa bentuk dan jenis awan umum kita jumpai, walaupun pasti mereka memiliki bentuk yang berbeda. Namun, keberadaan awan ternyata juga ada yang langka, yang sangat jarang muncul di angkasa. Apa saja fenomena awan yang sangat langka itu? Berikut ulasannya.

1. Awan Nacreous

Awan langka yang disebut dengan istilah nacreous ini biasanya dikenal dengan istilah awan induk mutiara. Posisinya adalah di lapisan stratosfer dari atmosfer bumi kita. Awan ini berwarna-warni dan jauh lebih langka keberadaannya daripada awan warna-warni biasa. Nacreous muncul di daerah kutub dan negara dingin seperti Skandinavia, Alaska, dan Kanada Utara. Warna-warna dari awan ini luar biasa cerah dan gerakan lambatnya membuat awan ini memiliki pemandangan yang tak akan terlupakan.

2. Langit Berlubang

Sebuah fenomena awan yang sangat langka terlah terjadi di kota Moscow, Rusia. Di sana, di atas kota terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan dan jarang terjadi. Terlihat langit kota sedang dilingkupo oleh awan yang padat. Namun, ada yang unik dari sana. Ada bagian awan yang membentuk seperti lubang, sehingga memberikan kesan langit yang berlubang. Keunikan lainnya adalah cahaya matahari bisa menembus lubang awan ini sehingga muncul kesan yang sakral.

3. Altocumulus Castelanus

Fenomena awan jenis altocumulus castelanus juga dikenal sebagai awan ubur-ubur atau jellyfish clouds. Nama itu disematkan karena penampilan awan yang menyerupai ubur-ubur. Awan ini terbentuk karena serbuan udara lembab terjebak di antara lapisan udara kering. Bagian atas awan akan naik menjadi bentuk ubur-ubur dengan tentakel panjang. Bentukan ini dikenal sebagai bentuk "trailing virga" dari tetesan hujan yang telah menguap.

4. Awan Lenticular

Awan lenticular secara teknis dikenal sebagai altocumulus standing lenticularis, adalah awan berbentuk lempengan lensa stasioner yang terbentuk pada ketinggian yang tinggi. Dimana udara lembab yang stabil mengalir di atas gunung atau pegunungan, sementara rangkaian gelombang awan berskala besar bisa terbentuk di sisi yang berlawanan arah. Awan lenticular terkadang terbentuk di puncak gunung.

5. Awan Mushroom

Awan mushroom, seperti namanya, adalah awan yang berbentuk jamur. Awan ini bentuknya seperti asap dari sebuah bom atau letusan gunung berapi. Namun, awan jamur ini terbentuk bukan karena bom atau letusan gunung, melainkan karena terbentuknya sejumlah besar awan dengan kepadatan rendah di dekat tanah yang pada akhirnya menciptakan ketidakstabilan antara Rayleigh-Taylor. Massa gas meningkat dengan cepat, sehingga mengakibatkan pusaran turbulen yang melengkung ke bawah. Akibatnya, muncul kolom asap tambahan di tengah yang membentuk “batang” jamur. Massa gas akhirnya mencapai ketinggian di tempat yang tidak padat daripada udara di sekitarnya. Ini membentuk “payung” dari jamur.

6. Cirrus Kelvin-Helmholtz

Hal yang menakjubkan dari awan cirrus kelvin-helmholtz ini adalah bentuknya yang menyerupai lingkaran bergelombang yang mengalami pengulangan yang hampir sama persis dengan lingkaran gelombang yang lain. Cirrus Kelvin-Helmholtz adalah salah satu formasi awan yang paling khas. Namun, formasi langka ini cenderung cepat menghilang. Biasanya fenomena ini hanya bisa disaksikan selama satu atau dua menit setelah terbentuk.

7. Awan Noctilucent

Awan Noctilucent atau Awan Mesenterik Polar adalah formasi awan langka yang terjadi di ambang batas antara 82 km sampai 102 km dari permukaan bumi. Awan noctilucent ini tampak bercahaya. Namun pada dasarnya cahaya tersebut adalah reflesi dari sinar matahari dari sisi lain bumi pada malam hari, sehingga awan ini terlihat sangat indah.

8. Roll Clouds

Roll clouds adalah awan arcus berbentuk tabung yang posisinya sangat rendah. Bentuknya horizontal yang merupakan akibat dari hembusan angin kencang, atau perbedaan suhu yang cukup ekstrem. Seringkalikemunculan awan ini berbarengan dengan angin topan atau badai. Namun banyak kasus roll clouds yang muncul setelah badai.

9. Shelf Clouds

Awan shelf adalah awan lengkung yang berbentuk lengkung horisontal. Seperti awan roll, awan ini merupakan awan rendah, yang terbentuk bersamaan dengan hembusan angin kencang. Bahkan seringkali awan ini tebentuk dengan badai petir di dalamnya. Berbeda dengan roll clouds, shelft clouds ini merupakan dasar dari sebuah awan induk. Jadi di atas awan ini terdapat awan induk yang lebih besar, dan biasanya adalan awan yang mengirimkan badai petir.

10. Awan Stratocumulus

Awan Stratocumulus berbentuk gulungan-gulungan yang memiliki celah-celah. Munculnya awan ini kadang juga disertai dengan hujan rintik dalam jumlah sedikit. Faktor penyebab munculnya awan ini adalah keyidakstabilan antara konveksi lapisan udara dengan daya angkat ke atas. Walaupun sama-sama berbentuk gulungan, awan ini berbeda dengan awan roll, karena posisinya lebih tinggi daripada awan roll, dan bentuk gulungan yang terjadi tidak sebesar dan sepadar awan roll.



Related Post

Comment