Australia Waspada Pesawat Tempur Rusia Lagi Berada di Indonesia

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/idrus.co/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 282
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/idrus.co/index.php
Line: 340
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
31 12 17 102 News
Australia Waspada Pesawat Tempur Rusia Lagi Berada di Indonesia

IDRUS.CO - Pangkalan Udara Royal Australian Air Force (RAAF) di Darwin, Australia, sempat meningkatkan kewaspadaan pada awal Desember ini.

Peningkatkan kewaspadaan ini terjadi seiring dengan kehadiran beberapa pesawat dan lebih dari 100 personel Rusia di Pangkalan Udara di Biak, Indonesia, yang terletak di bagian timur Provinsi Papua.

Saat singgah selama lima hari, dua pesawat pengebom strategis TU-95 terbang ke arah Samudera Pasifik bagian selatan dalam misi patroli pertama mereka. 

Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran pihak keamanan Australia bahwa Rusia sedang mengumpulkan beberapa informasi militer yang berharga. Menteri Pertahanan Rusia mengatakan, pesawat pengebom mereka diterbangkan dengan misi kewaspadaan udara di perairan netral yang terletak di Samudera Pasifik bagian selatan. Misi patroli ini berlangsung selama lebih dari delapan jam.

Kepada ABC, Departemen Pertahanan Australia mengatakan Australian Defence Force (DEF) atau pasukan pertahanan Australia akan menjaga kesiagaan mereka dalam taraf sepantasnya untuk merespons keadaan yang sedang berkembang. Akan tetapi, Departemen Pertahanan Australia tidak menyebutkan aktivitas Rusia secara spesifik dalam pernyataannya.

"Tidak ada kejadian pesawat terbang asing yang tak terjadwal atau tanpa pemberitahuan yang beroperasi di wilayah udara Australia selama periode ini," tegas Departemen Pertahanan Australia dalam menjawab isu ini, seperti dilansir ABC, Sabtu (30/12).

Pihak Departemen Pertahanan Australia juga menyangkal jika Pangkalan Udara RAAF di Darwin pernah berada dalam status lockdown. Meski begitu, sumber tersebut menyadari bahwa pada Desember awal terjadi peningkatan kesiapsiagaan dalam kurun waktu yang singkat di Pangkalan Uadara RAAF di Darwin.

"Ini tak akan mengejutkan saya jika pasukan militer kita meningkatkan level kewaspadaan mereka sebagai respons (kehadiran pesawat Rusia)," ujar salah satu ahli di bidang pertahanan Australia sekaligus Direktur Australian Strategic Policy Peter Jennings.

Ia menilai wajar jika timbul kekhawatiran pihak Rusia mengumpulkan informasi penting. Alasannya, tak mungkin pihak Rusia datang jauh-jauh tanpa ada keinginan untuk melihat sekutu signifikan Amerika Serikat yang eroperasi di luar RAAF di Darwin dan RAAF di Tindall yang terletak sedikit ke arah selatan.



Related Post

Comment