Ramalan 2018: Perang Dunia III Pecah 9 Bulan Mendatang

Syaefi15 1 1 18 73 News
Ramalan 2018: Perang Dunia III Pecah 9 Bulan Mendatang

IDRUS.CO - Seorang penulis Amerika Serikat, Gordon Chang, baru-baru meramalkan bahwa Perang Dunia III mungkin akan pecah. Tak tanggung-tanggung, pertempuran skala global itu diprediksi akan meletus dalam 9 bulan mendatang.

Ramalan Perang Dunia III ini berdasarkan bahwa fakta Korea Utara tak mungkin sukarela mengakhiri program nuklirnya. Dengan begitu, Donald Trump punya alasan untuk nekat menggunakan militernya untuk menyerang Korea Utara.

"Semua itu bisa terjadi dalam 9 bulan mendatang," kata Chong seperti dikutip dari Express.co.uk pada Jumat (28/12/2017).

"Ada ketakutan di Washington bahwa AS terlalu lamban untuk mempreteli kekuatan Korea Utara, itulah mengapa kita kerap mendengar isu perang," lanjut penulis buku 'Nuclear Showdown: North Korea Takes On The World', tentang ramalannya tentang Perang Dunia III. 

"Perlu saya tekankan, perbincangan soal isu perang bukan datang dari para analis, melainkan datang dari para pejabat senior di Gedung Putih," ucapnya lagi.

Chang juga menambahkan, "Untungnya, saat ini, Amerika Serikat tidak sedang bersiap menggunakan kekuatannya." Tapi pada titik tertentu, hal tersebut sangat mungkin terjadi. 

"Presiden Trump mengatakan berkali-kali bahwa dia tidak akan membiarkan Korea Utara memiliki kemampuan untuk membunuh jutaan orang Amerika," ucap Chang.

"Nah, jika dia sebaik kata-katanya, Trump akan menggunakan kekuatan dalam sembilan bulan -- atau setahun dari sekarang jika dia tidak bisa melucuti senjata Korea Utara sebelum itu," ujar Chang tentang prediksi Perang Dunia III -nya.

Namun, sejumlah analis mengatakan, perang sejatinya adalah pilihan paling terakhir.

Profesor dan mantan penulis pidato Patrick Greenfield mengatakan, AS harus menghabiskan semua opsi diplomatik sebelum memicu perang terhadap Korea Utara.

Muncul di Fox News, Granfield mengatakan: "Saya pikir jika ingin diplomasi berjalan lancar, kita perlu memiliki peta kekuatan lawan yang kredibel."

"Meskipun tengah berada di musim harapan, sukacita dan kedamaian, saya pikir kita perlu untuk berpikir secara serius -- pikirkan dengan keras tentang kemungkinan konfrontasi militer, tentang provokasi apa yang akan dilakukan Korea Utara di tahun 2018," ucapnya.

Hal itu bukan mudah diprediksi. "Sejak Korea Utara mendapatkan kemampuan nuklirnya pada tahun 2006, pada masa Pemerintahan Bush, tak ada kejelasan tentang pilihan dan apa yang harus kita lakukan."

Sebelumnya, untuk menghentikan ambisib nuklir Korut, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Pyongyang.

Resolusi DK PNN tersebut berusaha untuk melarang hampir 90 persen ekspor produk minyak sulingan ke Korea Utara.



Related Post

Comment