Gabah langka, harga Beras Melambung

Economia 13 1 18 37 Hot News
Gabah langka, harga Beras Melambung

IDRUS.CO

Pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kelabakan mencari stok gabah untuk memenuhi permintaan konsumen beras yang kini harganya terus membubung tinggi.

Mereka berburu hingga pelosok desa untuk mencari cadangan gabah yang mungkin masih dimiliki petani. Pasalnya, gabah di pasaran sudah langka. Harganya pun sudah amat tinggi.

Seorang pengusaha penggilingan padi di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir, Sugeng Riyadi mengatakan, saat ini harga gabah sudah mencapai Rp 6.500 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, harga gabah di tingkat petani hanya Rp 4.750 hingga Rp 5.500 per kilogram. Akibatnya harga beras pun turut naik.

Menurut dia, kenaikan harga gabah dan harga beras ini dipicu oleh minimnya stok di gudang pengusaha beras dan di tingkat petani. Sebab, panen raya masa tanam kedua (MT 2) lalu tak begitu bagus. Akibatnya, pengusaha beras tak bisa menyerap banyak gabah.

Serangan hama tikus dan wereng nyaris terjadi menyeluruh di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Sebab itu, hasil panen pun menurun dan berkualitas jelek. Imbasnya, harga gabah melambung. Harga beras ikut naik.

Ia mengaku sudah berburu gabah hingga wilayah pegunungan Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir. Pekan ini, ia hanya memperoleh gabah sebanyak 7 ton. Jika digiling, gabah tersebut hanya menghasilkan sekitar 4,2 ton beras.

"Tapi sekarang di Karanggayam, juga sudah habis," ujarnya, Kamis, 11 Januari 2018.

Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Fathurahman menerangkan lantaran minimnya pasokan gabah, harga beras kualitas medium pun melambung tinggi.

Di penggilingan padi, harga beras jenis IR 64 kualitas medium telah mencapai Rp 12 ribu per kilogram. Adapun di tingkat pengecer, harga beras mencapai Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram.

Padahal, dalam kondisi normal, harga beras kualitas medium hanya berkisar Rp 8.200 hingga Rp 8.500 di penggilingan padi.

Saat ini, panen yang terjadi di Banyumas dan sekitarnya hanya berupa spot-spot kecil atau wilayah tertentu dengan area panen yang tak terlalu signifikan.

"Ya karena keterbatasan stok, belum sampai ada panen raya," Fathurahman kepada wartawan.

Fathurahman mendapat informasi bahwa Kabupaten Pati bakal memasuki masa panen raya MT 1 2018. Dia berharap stok gabah bisa diambil dari daerah Pati dan Pantura lainnya dan bisa menurunkan harga gabah.



Related Post

Comment