Pemkot Surabaya Menggelar Operasi Pasar untuk Menekan Kenaikan Harga Beras

Niningsupriatin 16 1 18 14 Hot Style
Pemkot Surabaya Menggelar Operasi Pasar untuk Menekan Kenaikan Harga Beras

IDRUS.CO

Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar yang dilakukan di lima titik setiap hari guna menekan harga agar tidak terus naik. Operasi pasar tak hanya beras tapi beberapa bahan pokok lain seperti telur, gula, bawang merah, bawang putih, dan beberapa komoditi lainnya. Jualannya pun tidak terlalu resmi dan tidak memakai tenda-tenda.

Operasi pasar itu, kata Risma, harganya harus normal dan tidak boleh lebih mahal. Bahkan, ketika kerjasama dengan pihak ketiga, harganya pun harus normal dan harus lebih murah. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih mengatakan, setiap hari pihaknya selalu mengecek kondisi harga di pasaran, termasuk harga beras yang mulai merangkak naik. Makanya, operasi pasar ini diharapkan mampu menstabilkan harga beras.

Operasi pasar biasanya dimulai pukul 08.00 WIB dan tidak selalu di halaman kantor kelurahan tetapi juga di lokasi yang strategis.

Khusus untuk beras, Dinas Perdagangan membawa 100-200 karung yang isi per karungnya 5 kilogram. Harganya cukup murah, hanya Rp 9.400 perkilogram. Harga ini lebih murah dibanding di pasaran yang sudah mencapai Rp 12-13 ribu/kg.

Dengan adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga, sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama beras bisa kembali stabil. 

Operasi pasar ini akan terus digenjot. Ia pun mengaku sudah menyusun jadwal operasi pasar ke depannya. Khusus untuk tanggal 17 Januari 2018 besok, Dinas Perdagangan akan menggelar operasi pasar di Kecamatan Asemrowo, Krembangan, Tenggilis Mejoyo dan Benowo. Sedangkan di tanggal 18 Januari 2018, operasi pasar digelar di Kecamatan Mulyorejo, Bulak, Jambangan, dan Dukuh Pakis. Pada tanggal 19 Januari 2018, operasi pasar di Kecamatan Tambaksari, Gubeng, Bubutan, dan Genteng.


 



Related Post

Comment