Bulog prediksi impor beras 500.000 ton habiskan dana Rp 3,6 triliun

Economia 17 1 18 36 Hot News
Bulog prediksi impor beras 500.000 ton habiskan dana Rp 3,6 triliun

IDRUS.CO

Pemerintah secara resmi menunjuk Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor beras sebesar 500.000 ton pada Februari 2018 mendatang. Impor tersebut dilakukan untuk mendukung ketersediaan cadangan beras dalam negeri.

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti memprediksi, impor beras nantinya membutuhkan dana sekitar Rp 3,6 triliun. Dana tersebut sudah termasuk harga beras, bea masuk, asuransi dan beberapa hal terkait lainnya yang memperlancar beras masuk ke dalam negeri.

"Kalau hitung-hitungan saya, ambil kata 500.000 ton dengan harga international rice price, ditambah bea masuk, asuransi, surveyor, bongkar kuat, dan sebagainya ambil kata Rp 7.300, misalnya loh ini, tapi kan belum terjadi. Dikalikan 500.000 ton, kira-kira Rp 3,6 triliun," ujar Djarot di Hotel Aston, Cirebon, Selasa (16/1).

Djarot mengatakan, dana impor sebesar Rp 3,6 triliun diambil dari kas Bulog saat ini. Adapun posisi keuangan Bulog sebesar Rp 9,8 triliun, angka tersebut merupakan akumulasi dari kas Bulog dan kreditor pada beberapa hari yang lalu.

"Beberapa hari yang lalu posisi keuangan kami masih ada uang Rp 9,8 triliun. Artinya masih cukup uang kami. Dari kreditor juga itu tapi bukan supplier. Kami kreditor resmi," jelasnya.

Djarot menambahkan, proses impor tersebut dilakukan secara profesional atau business to business (B to B). Peserta yang mengikuti lelang diharuskan terdaftar sebagai asosiasi pengeskpor beras di negara negara yang telah ditunjuk.

"Kami prosesnya b to b, artinya hanya anggota asosasi di negara yang produsen beras yang boleh ikut tender. Dia daftar ke website nanti ada proses selanjutnya. Orang Indonesia enggak boleh ikut, kan dia di sini jadi tidak boleh," tandasnya.



Related Post

Comment