Walikota Semarang Bagikan Beras Murah untuk Menekan Laju Inflasi

Niningsupriatin 3 2 18 16 Hot Inspirasi
Walikota Semarang Bagikan Beras Murah untuk Menekan Laju Inflasi

IDRUS.CO

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebutkan bahwa pada bulan Januari 2018 telah terjadi inflasi sebesar 0,88% di Provinsi Jawa Tengah. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang sebesar 0,62%. Adapun 4 kota yang tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Tengah adalah Cilacap dengan inflasi sebesar 1,33%, disusul Purwokerto sebesar 1,29%, kemudian Tegal 1,15%, dan Kudus 1%.

Meski tidak masuk dalam daftar daerah penyumbangan inflasi terbesar, angka inflasi di Kota Semarang tetap menjadi perhatian penting. Pasalnya, angka inflasi di kota tersebut tercatat cukup besar yakni 0.81%. Terkait hal itu, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengambil langkah cepat bersama berbagai elemen masyarakat untuk menekan angka inflasi tersebut.

Pasar murah menjadi salah satu upaya yang dilakukan Walikota Semarang. Pasar murah ini digelar di dua kecamatan Kota Semarang, bekerja sama dengan PKK Kota Semarang serta anggota DPR RI, Juliani Batubara, Jumat (2/2).

Tak kurang dari 4 Ton beras dibagikan kepada warga di Kecamatan Semarang dan Kecamatan tembalang dengan harga murah. Pasar murah tersebut dinilai akan efektif untuk menekan inflasi. Hal ini mengingat dalam catatan BPS Jawa Tengah, kenaikan harga beras andilnya cukup besar terhadap inflasi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi menjelaskan, bahwa dalam pasar murah tersebut ada seribu kupon yang dibagikan kepada masyarakat, yang masing-masing dapat ditukarkan dengan paket murah seharga lima puluh ribu rupiah. "Setiap paketnya berisi 4 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mie instant, dan 1 kotak teh", jelas Krisseptiana.



Related Post

Comment