Tak terima anak dipukul, orangtua polisikan guru SMKN 3 Semarang

Economia 4 2 18 51 News
Tak terima anak dipukul, orangtua polisikan guru SMKN 3 Semarang

IDRUS.CO

Seorang guru SMKN 3 Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap salah seorang muridnya. Laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang, Sabtu, dilakukan oleh Agung Cahyono, orangtua Caisar Risky, siswa SMKN 3 Semarang yang diduga dianiaya salah seorang guru berinisial P.

Usai melapor, Cahyono menjelaskan penganiayaan tersebut terjadi pada 31 Januari 2018 di luar jam sekolah. Saat itu, lanjut dia, anaknya dalam perjalanan pulang dicegat oleh guru di daerah Wonodri, Kota Semarang.

Menurut dia, Caesar dipukul di bagian pipi dan kepala. Bahkan, dalam kejadian itu telepon seluler dan kunci sepeda motor korban dirampas oleh guru.

Ia tidak mengetahui alasan pasti pelaku mencegat hingga menganiaya anaknya. "Itu sudah di luar jam sekolah. Kalau memang anak melakukan kesalahan silakan orangtuanya dipanggil," katanya, seperti dilansir Antara, Sabtu (3/2).

Dalam laporannya, terlapor juga menyertakan rekaman video yang diambil oleh seseorang. Rekaman video itu pun sudah menyebar di media sosial.

Dalam laporannya, perekam video yang tidak diungkapkan identitasnya oleh pelapor juga siap dijadikan sebagai saksi.



Related Post

Comment