Tekan Risiko Kanker Dengan 4 Cara Sederhana Ini

Economia 7 2 18 47 Hot Inspirasi
Tekan Risiko Kanker Dengan 4 Cara Sederhana Ini

IDRUS.CO

Kanker merupakan salah satu penyakit tak menular yang mematikan di dunia. Di Indonesia saja, kanker merupakan penyumbang terbesar nomor tujuh dengan 5,7 persen dari seluruh penyebab kematian.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevelensi penderita kanker di Indonesia sudah mencapai 1,4 per 1.000 penduduk. Bahkan, menurut World Health Organization (WHO) angka ini diprediksi akan meningkat pesat di 2030.

Sementara itu dari segi biaya, penyakit kanker tergolong sangat besar menguras dana. Untuk pengobatan saja, data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2017 mencatat, penyakit kanker telah menelan dana sebesar Rp2,1 triliun.

Namun, biaya pengobatan yang sangat mahal, rupanya tak sebanding jika dibandingkan dengan pencegahan yang sangat mudah dan murah dilakukan dengan cara menjaga pola hidup sehat.

Melansir dari The Citizen, Selasa (6/2/2018), berikut empat cara sederhana menekan risiko kanker yang bisa Anda dan keluarga terapkan di rumah.

Minum Kopi

Kita semua tahu jika kopi banyak memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Meski para ahli tidak meminta seseorang meminum kopi untuk mencegah penyakit kanker, namun kini banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi sehari-hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker.
Menurut penelitian, satu sampai tiga cangkir kopi sehari dapat membawa manfaat bagi kesehatan. Namun, Anda perlu berhati-hati terhadap dampak minum kopi berlebihan. Peneliti juga menyarankan untuk membatasi asupan kopi saat hamil.

Makan Daging Secukupnya

Sebuah penelitian tahun 2015 oleh Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC),  yang menganalisis lebih dari 800 studi  mengungkapkan, mengonsumsi daging olahan seperti sosis, dendeng, dan daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba, bisa meningkatkan risiko kanker usus besar, rektum, pankreas, dan prostat.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus berhenti makan daging. Sebab, menurut berbagai penelitian lainnya menemukan, mengurangi konsumsi daging yang mendukung pola makan nabati dengan banyak buah, sayuran, dan kacang polong, dapat memberi efek positif pada kesehatan secara keseluruhan dan membantu mengurangi risiko kanker.

Menjaga Berat Badan Ideal

Menurut penelitian, kelebihan berat badan mendadak atau obesitas secara eksponensial meningkatkan kemungkinan menderita penyakit jantung atau kanker. Penelitian menemukan, wanita yang mengalami obesitas 12 kali lebih mungkin terkena kanker daripada wanita yang memiliki berat badan normal. Maka menjaga pola makan tetap teratur dan beraktivitas fisik secara rutin, dapat dilakukan untuk menjaga berat badan tetap normal.

Makan Buah dan Sayur

Penelitian mengungkap, mengonsumsi 10 porsi buah dan sayuran membawa manfaat lebih besar bagi kesehatan. Para periset menemukan, mengonsumsi 800 gram buah dan sayuran setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dan kanker sebesar 13 persen.

Related Post

Comment