Gerebek Tempat Pembuatan Jamu ilegal, BBPOM Sita Ribuan Jamu Mengandung Bahan Kimia di Banyumas

Yusuffirdaus50 9 2 18 6 Hot News
Gerebek Tempat Pembuatan Jamu ilegal, BBPOM Sita Ribuan Jamu Mengandung Bahan Kimia di Banyumas

IDRUS.CO-

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang melakukan penggerebakan di dua tempat pembuatan dan satu pengemasan jamu ilegal di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Hasilnya, ribuan jamu mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) disita.

"Pelanggarannya memproduksi obat tradisional tanpa ijin dan diduga mengandung bahan kimia obat dan itu sudah terbukti dikapsulnya yang sudah ada bahan kimia nya," kata Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati dilokasi, Kamis (8/2/2018).

Tempat produksi jamu ilegal tersebut dilakukan ditiga tempat dengan dua pemilik berinisial PH dan BN serta berada ditengah-tengah pemungkiman warga. Jamu ilegal untuk rematik dan obat kuat tersebut dicurigai mengandung bahan kimia obat, diantaranya Antalgin, Paracetamol dan Asam Mefenamat, Sildenafil.

"Ada obat untuk rematik serta obat kuat. Jamu itu biasanya dicampur, kalau obat kuat ada sildenafil, tadalafil. Kalau untuk obat rematik itu biasanya parasetamol kemudian juga asam mefenamat, antalgin," ujarnya.

Dalam penggerebakan tersebut, petugas menyita ribuan dus jamu siap edar, ribuan kapsul siap kemas, 1 mesin pengemas, dan ratusan gulungan alumunium foil kemasan jamu serta bahan setengah jadi yang tinggal dikemas. Rata-rata merupakan jamu kuat dan rematik berbagai merek, di antaranya Akar Lawang, Buah Merah Asam Urat Plus, Enam Sembilan Obat Kuat, Asam Urat Sam Shi.

"Untuk tempat pertama satu jenis kemasan dan ditempat kedua ada 7 jenis kemasan kemudian bahan setengah jadi yang tinggal dikemas itu juga ada yang sudah dalam kapsul," ujarnya.

Saat ini, pihaknya mengaku belum dapat mengetahui sampai mana saja penyebaran produk jamu ilegal tersebut. Pihaknya masih akan mendalami dengan memanggil pemilik pabrik jamu ilegal ini untuk dimintai keterangan.

"Kami belum mendalami dikirim dan dipasarkan kemana saja. Kami baru menghitung jumlahnya. Nanti pemilik baru akan diminta ke kantor untuk keterangan lebih detailnya," ucapnya.

Endang juga meminta agar masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi jamu yang beredar, karena tidak semua jamu yang beredar di masyarakat benar-benar dibuat dari bahan-bahan alami. (cep)



Related Post

Comment