Gunung Agung Bali Dinyatakan Aman Setelah Statusnya Diturunkan Menjadi Siaga

Niningsupriatin 10 2 18 8 Hot Inspirasi
Gunung Agung Bali Dinyatakan Aman Setelah Statusnya Diturunkan Menjadi Siaga

IDRUS.CO

Status aktivitas Gunung Agung Bali diturunkan dari awas (level IV) menjadi siaga (level III) per 10 Februari 2018 pukul 09.00 WITA, Zona bahaya diturunkan menjadi radius 4 Km dari kawah puncak.

Hal ini berdasarkan hasil pengamatan dan data pemantauan multi-parametrik Gunung Agung. Pemantauan dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengungkapkan, tugasnya saat ini adalah bagaimana mengatur persiapan yang akan dilakukan sebelum pengungsi kembali ke kampung masing-masing.

Kasbani, Kepala PVMBG Badan Geologi, mengungkapkan data pemantauan multi-parameter mengindikasikan aktivitas Gunung Agung saat ini belum stabil dan masih berpotensi erupsi dengan skala eksplosivitas rendah.

Masyarakat, pendaki, pengunjung, serta wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di dalam zona perkiraan bahaya. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya aliran lahar hujan. Berikut disampaikan data pemantauan multi-parameter PVMBG:

1. Dalam kurun 1 bulan terakhir, frekuensi kejadian erupsi mengalami penurunan, erupsi terakhir terjadi pada 24 Januari 2018 (17 hari yang lalu). Ketinggian maksimum kolom erupsi dalam satu bulan terakhir adalah 2.500 meter di atas puncak yaitu pada 19 Januari 2018 (22 hari yang lalu).

2. Volume kubah lava di permukaan kawah tidak mengalami perubahan berarti yaitu sekitar 20 juta meter kubik.

3. Jumlah kegempaan secara umum dalam kurun 1 bulan terakhir mengalami penurunan. Kegempaan vulkanik sesekali mengalami peningkatan namun jumlahnya belum signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma masih terjadi dengan intensitas rendah.

4. Pengukuran GPS menunjukkan pola relatif stagnan, sementara itu pengukuran tiltmeter menunjukkan pola inflasi (penggembungan) dengan laju rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa akumulasi tekanan masih terjadi namun belum signifikan.

5. Pengukuran gas menunjukkan bahwa aktivitas magmatik masih berlangsung. Rasio gas vulkanik CO2/SO2 yang merefleksikan intensitas aktivitas magmatik menunjukkan trend relatif menurun jika dibandingkan dengan periode November 2017.

6. Citra satelit termal menunjukkan adanya penurunan temperatur di permukaan kubah lava. Hal ini dapat mengindikasikan berkurangnya laju aliran magma ke permukaan.



Related Post

Comment