Sembunyikan 24 Paket Sabu di Celana Dalam, Pelajar SMA di Makassar Ditangkap

Economia 16 3 18 31 News
Sembunyikan 24 Paket Sabu di Celana Dalam, Pelajar SMA di Makassar Ditangkap

IDRUS.CO

Tim Hiu Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan kembali menangkap pengedar narkoba jenis sabu berinisial MK, 17.

Dari penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti 24 kemasan sabu diduga seberat 10 gram. Diketahui tersangka yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Makassar itu kerap menjajakan sabu di wilayah Kecamatan Tallo, khususnya sekitar Jalan Teuku Umar. Dari informasi itu, tim Hiu Satresnarkoba Polrestabes Makassar akhirnya menyelidiki remaja tersebut. 

Menurut Kasatresnarkoba Polrestabes Makassar Kompol Diary Astetika, setelah diintai beberapa saat, tim menggerebek di salah satu rumah Jalan Teuku Umar XIV, Senin (12/3/2018) . Di dalam rumah itu, MK tidak berkutik saat sejumlah laki-laki berpakaian preman langsung mengamankan dirinya. 

“MK kerap menjual sabu di Jalan Teuku Umar, setelah mendapat bahan keterangan lengkap selanjutnya tim bergerak mengamankan terduga pelaku,” kata Diary, Kamis (16/3/2018). 

Setelah mengamankan MK, tim Hiu bersenjata lengkap juga menggeledah rumah tersebut, namun tidak menemukan bukti sabu. Tidak berhenti di situ, tim Hiu lantas memeriksa pakaian dan tubuh tersangka. 

Hasilnya sebanyak 24 kemasan berisi sabu ditemukan di dalam dompet yang disembunyikan di celana dalam. Diduga berat barang bukti narkoba sekira 10 gram dengan ukuran berbeda-beda tiap kemasan.

"Saat penggeledahan badan terhadap MK, diketemukan 24 saset sabu dalam dompet berwarna hitam yang disembunyikan di celana dalam yang sedang dipakai. Beratnya kurang lebih 10 gram, ada yang paket 1 gram, 0,5 gram dan 0,25 gram," beber Diary. 

Selanjutnya pelajar berusia 17 tahun itu digelandang ke Mapolrestabes Makassar. Dia terancam dijerat Pasal 112 dan 114 UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hingga 20 tahun penjara. 

Dari data Satresnarkoba Polrestabes Makassar, selama Januari hingga Maret 2018, terdapat satu remaja berusia di bawah umur dewasa ditangkap lantaran terlibat bisnis narkoba. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding total tahanan dewasa selama dua bulan terakhir, yakni 41 tersangka selama Januari dan 64 orang selama Februari. 

Berdasarkan perbandingan periode yang sama pada 2017, terdapat penurunan angka keterlibatan anak pada bisnis narkoba tersebut. Dari data yang sama, jumlah anak berhadapan hukum khususnya narkobaba pada Januari mencapai 6 orang dan Februari 3 orang.

Related Post

Comment