Keluarga Santi TKI yang Tewas di Penang Berharap Pembunuhnya Segera Ditangkap

Economia 17 3 18 51 News
Keluarga Santi TKI yang Tewas di Penang Berharap Pembunuhnya Segera Ditangkap

IDRUS.CO

Jenazah Santi Restauli Simbolon (25), tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga korban pembunuhan, telah dimakamkan di Desa Nagakisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai Sumatera Utara (Sumut), Jumat (16/3/2018). Keluarga korban pun berharap agar Kepolisian Penang Malaysia segera menangkap pelaku pembunuhan Santi.

Keluarga korban masih sangat terpukul dengan kematian anak kelima dari sembilan bersaudara itu. Usai pemakaman Santi di pemakaman umum Desa Nagakisar, ibu korban, Nurmaida Sihombing, masih terus meratapi kematian putri tercintanya. Dipandanginya berkali-kali foto Santi, lalu dipeluk sambil menangis. Di samping, suaminya Biner Simbolon juga hanya ikut meneteskan air mata. 

"Kayak disambar petir aku. Sampai sekarang aku nggak sanggup. Terus terang, belum percaya aku anakku ini sudah meninggal. Macam mimpi rasanya. Nggak percaya aku anakku sudah meninggal sampai sekarang," kata Nurmaida Sihombing.

Nurmaida Sihombing dan Biner Simbolon mengatakan, mereka terakhir kali berkomunikasi dengan Santi sekitar 10 hari lalu. Santi menanyakan kabar keluarganya. "Nanya kabar kami di rumah, nanya kabar rumah ini karena dia lah yang membantu membiayai perbaikan rumah ini," kata Nurmaida.Di mata keluarga, korban merupakan anak yang berbakti pada orang tua dan keluarga. Selama bekerja di Malaysia, korban sering mengirim uang. Bahkan, korban yang bekerja menjadi TKI karena orang tuanya tidak sanggup menguliahkannya, sudah membantu memperbaiki rumah keluarga. 

Keluarga tidak menyangka Santi akan meninggal secepat ini. Apalagi, penyebabnya diduga karena dibunuh. Selama ini Santi tidak pernah bercerita jika dia punya masalah. Dalam komunikasi terakhirnya dengan sang ibu, Santi hanya menyebutkan sdah hampir setahun ini ada seseorang yang menyukai dia di Malaysia, namun dia menolaknya. "Makanya katanya, dia udah jarang keluar di sana (Malaysia), sudah ada hampir satu tahun," kata Nurmaida.

Jenazah Santi tiba di Medan, Kamis (15/3/2018) sekitar pukul 11.10 WIB. Kasus pembunuhan Santi masih ditangani Kepolisian Penang Malaysia. Hasil koordinasi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan KJRI Penang, Polisi Diraja Malaysia masih memburu pelaku pembunuhan Santi. Polisi Diraja Malaysia telah mengetahui identitas pelaku yang membunuh Santi. Pelaku diketahui bekerja di perusahaan yang sama dengan korban. 

“Upaya hukum yang kami lakukan hanya berkoordinasi dengan KJRI Penang sebagai perwakilan Indonesia di Penang, agar berkoordinasi dengan Kepolisian Malaysia untuk melakukan langkah-langkah hukum, terutama untuk menangkap pelaku pembunuhan Santi,” kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pelayanan BP3TKI Sumut, Amir Akim Sihotang, Jumat (16/3/2018).

Amir memaparkan, dari data yang dimiliki BP3TKI Provinsi Sumut, Santi Restauli Simbolon telah bekerja di Malaysia sejak September tahun 2015 lalu. Dia diberangkatkan oleh perusahaan di Medan yang berkantor pusat di Jakarta, yakni PT Mitra Karya Sarana Nusa. “Korban telah memasuki tahun ketiga bekerja di Malaysia,” ujarnya.

Santi Restauli Simbolon ditemukan tewas membusuk di dalam lemari kontrakannya di Block B Green Garden Flats, Paya Terubong, pada Selasa (13/3/2018) pukul 10.00 waktu lokal. Mayat korban ditemukan oleh warga di Green Garden Flats setelah mendobrak pintu kamarnya. Mereka terpaksa melakukannya karena mengaku mencium bau busuk dari ruangan tersebut.

Korban diduga dibunuh kekasihnya asal Nepal, Sandip Gurung (27). Sejauh ini, motif pembunuhan itu tidak diketahui. Polisi Diraja Kerajaan Malaysia telah menangkap dua tersangka yang juga teman kekasih korban. 

Related Post

Comment