Bank Mandiri Ganti Rugi Rp260 Juta Kepada Nasabah Korban Skimming

Economia 22 3 18 49 News
Bank Mandiri Ganti Rugi Rp260 Juta Kepada Nasabah Korban Skimming

IDRUS.CO

Kasus skimming marak terjadi di perbankan nasional belakangan ini, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri mengklaim telah membayar uang ganti rugi sebesar Rp260 juta untuk 140 nasabah yang menjadi korban kejahatan ini.

"Seluruh nasabah yang menjadi korban skimming telah diganti uangnya Senin malam (19 Maret 2018). Semua sudah selesai," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Agar para nasabah terhindar dari aksi skimming, dia menyarankan untuk mengganti nomor PIN setiap melakukan transaksi di ATM. Kemudian para nasabah juga seharusnya menggunakan fitur pemberitahuan atau notifikasi di transaksi kartu debitnya supaya terdeteksi bila terjadi kejanggalan jika ada kekurangan saldo.

Untuk mengantisipasi kejahatan tersebut, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatkan, perusahaan tengah mengupayakan modeling analisis kebiasaan transaksi nasabah secara remote. Analisis ini didapatkan dari tempat tinggal nasabah, ritme waktu mengambil uang, dan tempat paling sering dipakai untuk menarik uang.

"Misalnya kalau saya tinggal di Cempaka Putih ambil ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Rp1 juta seminggu kalau saya pakai ATM di Kalimantan akan otomatis beri alert ke fraud mitigation system," ujar Siddik.

Perbankan telah menemukan bahwa kejahatan tersebut terjadi hanya pada kartu debit atau kredit yang menggunakan magnetic stripe. Dengan demikian berdasarkan agreement Bank Indonesia (BI) akhir 2021, semua bank di Indonesia bermigrasi ke chip untuk transaksi melalui ATM dan Electronic Data Capture (EDC).

"Fraud skimming baru akan bisa tereliminasi 100 persen kalau semua bank di Indonesia ganti ke chip. Ketika semua ATM dan EDC sidah reprogram untuk accept chip card only," tuturnya.

Ia melanjutkan, telah melakukan beberapa antisipasi lainnya seperti mengecek mesin-mesin ATM untuk mencegah dipasangnya skimmer camera. "Ada beberapa mitigasi yang bisa kita lakukan tapi tidak fullproof. Kalau bank ATM sedikit bisa mudah, Bank Mandiri dan BNI ATM-nya belasan ribu perlu kerja luar biasa tiap hari beberapa hari cek ATM," kata dia.

Saat ini baru ada 25 persen kartu debit dan kredit yang menggunakan chip base dari total 17 juta nasabah. Meski BI menargetkan tahun 2021 seluruhnya mengimplementasikan, namun Bank Mandiri mengupayakan maksimal dalam 3-4 tahun sudah bisa terlaksana.



Related Post

Comment