Ibu Kandung Bayi Calista Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan

Economia 23 3 18 72 News
Ibu Kandung Bayi Calista Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka Penganiayaan

IDRUS.CO

Polres Karawang akhirnya menetapkan S (27), ibu kandung Calista, bayi korban penganiayaan yang kini masih tak sadarkan diri di RSUD Karawang, Jawa Barat (Jabar), sebagai tersangka. Penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan saksi dan pengakuan ibu kandung korban.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, dari hasil visum et repertum diperoleh kesimpulan, telah terjadi kekerasan fisik secara berkelanjutan terhadap Calista, bayi berusia 1,5 tahun. Hasil koordinasi dengan dokter forensik, bayi Calista mengalami infeksi di bagian mata akibat benturan di bagian kepala.

“Jadi, ini bukanlah infeksi biasa, melainkan akibat benturan bagian kepala yang menyebabkan pendarahan di kedua belah mata. Karena kedua mata mengalami pendarahan sehingga digaruk oleh bayi tersebut,” kata AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (22/3/2018).

Hendy memaparkan, dari keterangan saksi-saksi diketahui tersangka yang juga ibu kandung telah melakukan penganiayaan kepada putrinya Calista. Pelaku mencubit, memukul, bahkan membenturkan kepala bayinya ke tembok hingga jatuh mengenai rak piring. Hal ini yang mengakibatkan bayi tersebut koma. Tak hanya itu, di sekujur tubuh korban terdapat luka sundutan rokok yang diduga ulah ibu kandungnya.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya menganiaya bayi Calista dan ini sesuai dengan keterangan saksi-saksi sehingga kami menetapkan S, ibu kandung bayi Calista sebagai tersangka penganiayaan. Kami menjerat S dengan pasal 80 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara," paparnya.

Sementara itu, Komnas Perlindungan Anak (KPA) Jabar mengutuk keras kasus kekerasan terhadap anak di Karawang. Pihaknya berharap tak ada lagi kekerasan terhadap anak. “Yang paling penting bukan hanya sekadar penindakan hukum, tetapi ke depannya kekerasan terhadap anak harus dihentikan dan ini tugas kita bersama. Tidak hanya peran kepolisian, pemerintah, tapi tugas bersama masyarakat. Banyak kekerasan, tidak hanya kekerasan fisik, kekerasan seksual, tapi semua yang berhubungan dengan anak harus segera dihentikan,” paparnya.

Related Post

Comment