Miris, Kondisi Bayi yang Disiksa Ibunya Sangat memprihatinkan

Niningsupriatin 23 3 18 61 News
Miris, Kondisi Bayi yang Disiksa Ibunya Sangat memprihatinkan

IDRUS.CO

Sinta (27) dua pekan lalu, 10 Maret 2018, membawa anaknya Calista (15 bulan) ke IGD RSUD Karawang. Calista dibawa dalam kondisi kejang dan sesak. Sekujur tubuhnya terdapat luka lebam. Sinta mengaku pacarnya yang melakukannya. Dari hasil penyelidikan polisi, Sinta lah yang melakukannya.

Menurutnya di sekujur tubuh bayi Calista ada luka lebam dan luka bakar bekas sundutan rokok. Dari hasil pemeriksaan, bayi Calista mengalami luka dalam di bagian kepala. Dari matanya keluar darah. Sejak datang ke rumah sakit hingga hari ini, bayi Calista koma.

Kasus ini tercium media setelah bayi Calista koma selama 10 hari. Selama itu pula, sang ibu tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Padahal dia mengaku pacarnya lah yang melakukanya.

Kasus ini pun menarik perhatian Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Ia menengok bayi Calista. Terenyuh dengan kondisi Calista, ia berharap bayi perempuan berumur 15 bulan itu segera sembuh. Ia berjanji akan mengambil dan merawatnya. Setelah didatangi polisi dan bupati, Sinta bertindak mencurigakan. Perempuan itu malah berniat membawa pulang anaknya yang sedang koma. Ia berdalih tak memiliki dana. Mendengar informasi itu, bupati pun memerintahkan bayi itu tetap dalam perawatan dokter.

Polisi yang juga menyelidiki kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, akhirnya menyimpulkan, Sinta lah yang ternyata menganiaya bayinya sendiri. Sinta pun akhirnya mengaku menganiaya anaknya sendiri, Kamis (22/3/2018) atau setelah anaknya koma 13 hari.

Kepada polisi Sinta mengaku telah melakukan berbagai tindakan brutal kepada anaknya itu dua bulan terakhir. Akibat benturan yang sangat keras itu, Calista mengalami luka dalam di kepala dan berefek pada pendarahan di mata.

Selain itu, terdapat juga banyak luka bekas sundutan rokok di tubuh Calista. Akibat perbuatannya, Sinta terancam dijerat dengan pasal 80 UU perlindungan anak dengan hukuman 5 tahun penjara.



Related Post

    Article not found!

Comment