Pelajar Tersangka Pengedar Narkoba Ikut UNBK Dengan Kawalan Polisi

Economia 2 4 18 35 News
Pelajar Tersangka Pengedar Narkoba Ikut UNBK Dengan Kawalan Polisi

IDRUS.CO

Seorang pelajar SMK di Kota Mojokerto yang juga tersangka pengedar sabu-sabu, mengikuti ujian nasional berbasis computer (UNBK) di sekolahnya, Senin (2/4/2018). Tersangka mengikuti ujian dengan dikawal ketat petugas kepolisian Polres Mojokerto. Tersangka bersama dua saudaranya ditangkap polisi karena kedapatan mengedarkan sabu-sabu beberapa waktu lalu.

Dengan dikawal ketat petugas kepolisian Polres Mojokerto tersangka Doni Aprilianto, pelajar SMK Taman Siswa, Kota Mojokerto, diantar ke sekolahnya untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer. 
Sesaat setelah keluar dari mobil, oleh guru sekolah, tersangka langsung dibawa lari menuju lantai dua tempat Doni mengikuti UNBK. Selama mengikuti ujian tersangka doni aprilianto, dikawal ketat polisi.

Sebelumnya, Doni ditangkap bersama dua saudaranya Gandi Rahmat Supriyono dan David Setiawan, karena mengedarkan sabu-sabu di Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Doni berperan sebagai penjual dan dua saudaranya membeli sabu-sabu tersebut. 

Suwanto, Kasi Pendidikan Menengah dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Mojokerto mengatakan, pada ujian kali ini, lebih dari 8.000 siswa SMK di kota dan Kabupaten Mojokerto mengikuti UNBK. Namun hanya ada satu kasus peserta UNBK yang merupakan tersangka narkoba. Tidak ada perlakuan khusus meski Doni berstatus tersangka. Dia hanya diantar jemput oleh polisi untuk mengikuti ujian.

“Teknisnya nanti dia diantar untuk ikut ujian di sekolahnya dan dikawal oleh petugas kepolisian dari Polres Mojokerto. Soalnya ujian kali ini menggunakan ICT jadi harus dilakukan di sekolah,” kata Suwanto.
 
Sebelumnya, Polres Mojokerto menangkap doni aprilianto, bersama dua saudaranya lantaran kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Dari tangan ketiga tersangka polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 0,32 gram. 

Kapolres Mojokerto,  AKBP Leonardus Simarmata menegaskan, karena masih berstatus pelajar, pihak Polres Mojokerto akan memberikan keringan terhadap tersangka untuk mengikuti UNBK pada Senin hingga Kamis mendatang, dengan pengawalan petugas.

“Kami memberikan keringanan kepada tersangka yang masih berstatus pelajar untuk mengikuti ujian. Tersangka nanti kami kawal. Tersangka tetap kami kenakan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Leonardus.

Related Post

Comment