Adi aniaya dan tenggelamkan istri ke sungai karena kesal diselingkuhi

Economia 7 4 18 18 News
Adi aniaya dan tenggelamkan istri ke sungai karena kesal diselingkuhi

IDRUS.CO

Warga Desa Tulung Selapan Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, geger dengan aksi sadis seorang petani bernama Kadedi alias Adi (38) yang nekat menganiaya istrinya berinisial EN (36). Aksi itu diduga karena pelaku kesal korban berselingkuh.

Peristiwa itu terjadi di Sungai Jembatan IV, Lorong Payah Fikir, Desa Tulung Selapan, OKI, Kamis (5/4) siang. Kejadian itu sempat viral di media sosial setelah video berdurasi 1.40 detik diposting warga.

Informasi dihimpun, pelaku awalnya mendapat kabar jika korban berselingkuh, Rabu (4/4). Dia pun meminta penjelasan kepada istrinya dan berakhir cekcok mulut. Beruntung, saat itu keduanya bisa dilerai warga.

Emosi pelaku ternyata kembali terulang besok harinya. Sambil membawa sebilah pisau, pelaku mendatangi korban di lokasi. Dengan beringas, pelaku mengayunkan senjata itu ke tubuh korban.

Dalam keadaan terluka parah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai. Bukannya kasihan, pelaku justru menceburkan diri dan berulang kali menenggelamkan istrinya.

Beruntung, warga yang melihat kejadian menolong korban dan mengamankan pelaku. Korban dibawa ke puskesmas karena mengalami luka di sekujur tubuhnya, seperti di kepala, punggung, jari, tangan, dan luka tusuk di perut. Sementara pelaku langsung diamankan di kantor polisi.

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, aksi itu dilakukannya karena mendapat kabar korban memiliki hubungan dengan pria lain. Hanya saja, penyidik masih mendalami kasus ini agar motifnya terungkap.

"Pelaku sudah kita tangkap, sekarang masih diperiksa. Untuk sementara motifnya diduga karena korban berselingkuh," ungkap Ade saat dihubungi merdeka.com, Jumat (6/4).

Kapolsek Tulung Selapan AKP Fery Firdiyanto mengatakan, terdapat perbedaan antara keterangan korban dan pelaku. Korban menuturkan suaminya itu mengalami gangguan jiwa sejak 1,5 bulan lalu. Sebelum kejadian, pelaku pernah beberapa kali menganiaya korban namun bisa dikendalikan.

Keterangan korban bertolak belakang dengan alasan pelaku. Pelaku berdalih tak terima korban berselingkuh, tetapi tidak mengetahui pria yang dituduhkan. "Korban memaklumi perbuatan suaminya, karena ada gangguan jiwa. Sedangkan pelaku bilang cemburu karena berselingkuh," ujarnya.

Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, penyidik akan meminta keterangan saksi, baik dari tetangga, saksi ahli maupun psikolog. Dari situ, polisi bisa memutuskan apakah tetap diproses secara hukum atau tidak. "Kita lihat dulu perkembangannya. Untuk pelaku belum cukup efektif diperiksa," pungkasnya.



Related Post

Comment