Koalisi Amerika Mulai bombardir Suriah, Trump: Saya Perintahkan Serang Suriah

Economia 14 4 18 21 News
Koalisi Amerika Mulai bombardir Suriah, Trump: Saya Perintahkan Serang Suriah

IDRUS.CO

Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah kepada militer Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan serangan presisi terhadap Suriah. Menurutnya, operasi militer sedang berlangsung bersama Inggris dan Prancis.

"Beberapa waktu yang lalu, saya memerintahkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat untuk meluncurkan serangan presisi pada target yang terkait dengan kemampuan senjata kimia diktator Suriah Bashar al-Assad," kata Trump,seperti dikutip ABC, Sabtu (14/4/2018). 

"Operasi gabungan dengan Angkatan Bersenjata Prancis dan Inggris sekarang sedang berlangsung," kata Trump lagi.

Trump mengatakan bahwa pembantaian pada akhir pekan lalu di Douma, Suriah adalah eskalasi signifikan dalam pola penggunaan senjata kimia oleh rezim yang sangat mengerikan.

"Serangan jahat dan keji meninggalkan ibu dan ayah, bayi dan anak-anak meronta-ronta kesakitan dan terengah-engah. Ini bukan tindakan seorang pria," kata Trump, mengacu pada Assad. "Itu adalah kejahatan monster," ujarnya.

Pernyataan Pentagon

Hari ini (14/4/2018) Amerika Serikat (AS) bersama Prancis dan Inggris resmi meluncurkan perang melawan Suriah. Kepala Pentagon James Norman Mattis mengatakan, serangan terhadap rezim Suriah sebagai pesan kuat terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Menurut Mattis, serangan hari ini ditargetkan pada beberapa titik yang "lebih sulit" ketimbang serangan AS tahun 2017 lalu.

Tapi, Pentagon menegaskan tidak ada peluncuran rudal tambahan yang direncanakan.  Washington juga mengaku sudah memperingatkan Rusia sebagai sekutu rezim Suriah terkait serangan Washington hari ini.

"Sekarang ini adalah satu kali tembakan dan saya percaya itu mengirim pesan yang sangat kuat," kata Mattis saat konferensi pers di Pentagon, seperti dikutip Russia Today.

Serangan AS, Inggris dan Prancis hari ini sebagai respons atas tuduhan bahwa rezim Suriah melakukan serangan senjata kimia di Douma, Sabtu pekan lalu. Serangan kimia itu dilaporkan menewaskan puluhan orang. Namun, rezim Assad membantah melakukannya.

Menurut Mattis, serangan lebih lanjut terhadap pemerintah Bashar Assad mungkin saja terjadi jika dia memutuskan untuk menggunakan lebih banyak senjata kimia di masa depan.

Related Post

Comment