Polisi tembak Mati Buronan Pembunuh 2 Polisi Di Lampung

Economia 15 4 18 11 News
Polisi tembak Mati Buronan Pembunuh 2 Polisi Di Lampung

IDRUS.CO

Buronan kasus pembunuhan dua polisi, Kasto Riyono (55) alias Ujang Kasto, tewas setelah ditembak petugas Polda Lampung, Sabtu (14/4/2018) pukul 02.00 WIB. Tersangka yang merupakan gembong perampokan itu sebelumnya terlibat baku tembak dengan polisi yang akan meringkusnya di Desa Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Adrian Indra Nurinta mengatakan, tersangka sudah puluhan kali melakukan aksi pencurian dan perampokan, bahkan hingga lintas provinsi. Pelaku merupakan residivis dan paling dicari oleh Polda Lampung. Dalam aksinya, pelaku pernah menembak mati AKP Wiyono, kapolsek Blambanganumpu, Polres Waykanan pada tahun 2009 dan Aiptu Siregar, anggota Polsek Sidoarjo, Polres Tanggamus.

“Nama kedua polisi tersebut diabadikan dalam lingkungan Polda Lampung sebagai Graha Wiyono Siregar,” ujar AKBP Adrian Indra Nurinta kepada wartawan, di Ruang Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Adrian menambahkan, jajarannya sudah lama mencari pelaku yang menembak mati dua anggota polisi tersebut. “Tersangka ini sudah lama dicari, sejak saya jadi kasat reskrim Polres Tulangbawang, Polresta Bandarlampung, dan kasubdit jatanras Polda Lampung, baru ini tertangkap,” kata lulusan Akpol 1995 ini.

Kasubdit III Jatanras Polda Lampung AKBP Ruly Andi Yulianto menyatakan, penangkapan terhadap tersangka terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Pelaku sempat menarik senjata laras panjang milik anggota kepolisian saat akan ditangkap.

“Ujang Kasto itu melakukan perlawanan aktif terhadap petugas. Dia rebut senjata petugas, akhirnya terjadi perkelahian dan petugas berhasil memenangkan. Pertama dia kena di bagian paha kanan dan terpaksa dilakukan penindakan tegas terukur sehingga peluru mengenai dada sebelah kiri tersangka,” paparnya.

Saat penangkapan tersangka, petugas Polda Lampung juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil truk dan dua unit mobil Xenia. Kemudian, tiga unit telepon seluler (ponsel) dan satu pucuk senjata api FN dengan tiga butir peluru.



Related Post

Comment