'Dunkirk,' Perang Epik Tiga Babak ala Christopher Nolan

Mayanadr10 26 7 17 53 Hot Style
'Dunkirk,' Perang Epik Tiga Babak ala Christopher Nolan

IDRUS.CO

Sutradara Interstellar dan trilogi The Dark Knight Christopher Nolan kembali meramaikan dunia perfilman lewat Dunkirk. Film yang mengambil latar dari Perang Dunia II ini berkisah tentang aksi penyelamatan terhadap lebih dari 300 ribu orang tentara sekutu.

Mereka berasal dari berbagai negara: Inggris, Perancis, Belgia, dan Belanda.

Para tentara ini terjebak di sebuah pantai di kawasan Dunkirk, Perancis. Cerita itu dibagi Nolan dalam tiga bagian, The Mole atau dermaga, The Sea atau laut, dan The Air atau udara.

Dunkirk bercerita penyelamatan dari segi darat, laut dan udara.
Dunkirk bercerita penyelamatan dari segi darat, laut dan udara. (Courtesy of Warner Bross)


The Mole, penyelamatan di darat, diceritakan dari kisah Tommy (Fionn Whitehead), seorang tentara Inggris. Dia yang sempat terkepung di sebuah kota kecil, namun berhasil lolos menuju pantai dan bergabung dengan tentara lainnya yang tengah menanti kapal penyelamat.

Tommy lantas bertemu dengan Gibson (Aneurin Barnard) dan Alex (Harry Styles). Mereka bertiga mencari jalan tercepat dan perlindungan aman untuk pulang.

Dari bagian The Sea, ada karakter Tuan Dawson (Mark Rylance), penduduk lokal yang menjadi sukarelawan dalam misi penyelamatan menggunakan kapal pribadi. Dawson pergi berlayar ditemani putranya Peter (Tom Glynn-Carney) dan teman sang putra, George (Barry Keoghan).


Sedangkan di The Air, misi penyelamatan digambarkan melalui karakter pilot Royal Air Force, Farrier (Tom Hardy) dan Collins (Jack Lowden). Mereka dihadapkan pada drama soal bagaimana melumpuhkan musuh dari udara di tengah krisis bahan bakar.

Meski ceritanya ‘terbelah tiga,’ kepiawaian Nolan menyatukan benang merah cerita itu membuat penonton tidak bosan maupun bingung. Penonton bahkan larut dalam aksi epik penyelamatan di tengah Perang Dunia II. Sejak awal, sulit rasanya bernafas.

Terlebih musik scoring yang dipegang oleh Hans Zimmer.

Dunkirk menghadirkan visual dan audio yang dahsyat.
Dunkirk menghadirkan visual dan audio yang dahsyat. (Courtesy of Warner Bross)

Ketegangan dirasakan seiring detik jarum jam yang memenuhi seisi ruang. Rasa mencekam saat granat dijatuhkan, suara pesawat tempur, hingga karamnya kapal yang disusul perjuangan para tentara bertahan hidup di tengah lautan pun membuat penonton seakan ‘terbius.’

Gambaran nyata situasi perang dihadirkan begitu mengagumkan. Visualisasinya tak kalah epik. Meski ceritanya sederhana, dengan konflik yang tak membuat banyak bertanya-tanya, juga sedikit dialog, gambar yang menakjubkan membuat cerita itu lebih memesona.

Nolan lebih fokus pada bagaimana membawa penonton hanyut dalam kegentingan proses evakuasi yang menjadi bagian sejarah Inggris pada 1940-an. Situasinya kompleks, dengan hanya satu misi: bertahan. Karena 'bertahan adalah kemenangan.’ Dan itu sangat dirasakan penonton.

Nolan juga menempatkan porsi yang pas ke tiap karakter yang ada. Begitu juga Harry Styles yang dalam film ini ia memulai debut berakting. Kehadirannya cukup membuat penasaran dan diragukan. Tapi Nolan membuat porsi Styles pas, tidak berlebihan atau menonjol sendiri.



Pada dasarnya, film ini memang tidak bercerita tentang satu orang. Lalu diceritakan bagaimana masing-masing ingin bertahan dan pulang.

Di tepi pantai, puluhan ribu pria menanti datangnya kapal penyelamat yang bisa mengangkut mereka. Dari atas, ada pilot yang menjelajahi langit untuk membersihkan musuh yang melakukan serangan udara. Di laut, ada tentara yang trauma setelah terombang-ambing dan berhasil diselamatkan kapal penduduk.

Selama 107 menit, Nolan tidak hanya membawa ketegangan para tentara yang bertahan dan ingin pulang, tapi juga penonton yang secara emosional dibuat larut dalam karyanya.
(Sumber: CNN)

Related Post

Comment