Absennya Adolf Hitler dalam 'Dunkirk' versi Christopher Nolan

Mayanadr10 26 7 17 86 Hot Style
Absennya Adolf Hitler dalam 'Dunkirk' versi Christopher Nolan

IDRUS.CO

Sutradara dengan bejibun fans fanatik, Christopher Nolan kini beralih dari luar angkasa Interstellar dan dunia pahlawan super The Dark Knight. Ia kini menjadi tangan di balik film perang epik yang diinspirasi dari penyelamatan Dunkirk.

Dunkirk—begitu juga ia menamai filmnya—diyakini menjadi film yang mengagumkan, mengingat Nolan kerap melahirkan karya-karya dengan penyajian yang mempesona. Baik dari ide cerita, penokohan yang kuat, dialog satire, visual yang menakjubkan, maupun akhir cerita yang sama sekali tidak retoris, sehingga penonton sibuk berdebat saat keluar dari bioskop.

Sebut saja Memento, The Prestige, trilogi The Dark Night, Inception, dan Interstellar yang berhasil memboyong puja-puji serta diberi nilai di atas delapan oleh situs pendata macam IMDb. Nolan, melalui Dunkirk, disinyalir akan meraih capaian yang sama.

Dunkirk digarap berdasarkan peristiwa bersejarah saat Perang Dunia II baru saja berkecamuk di daratan Eropa. Peristiwa Dunkirk memang termasuk bagian spesial dari PD II.

Jika di Afrika ada perebutan hegemoni yang sangat berisik antara Jerman dan Inggris di Alamein, Mesir, kemudian di Pasifik ada momen pemberian kado bom atom oleh Amerika kepada Jepang, maka di Eropa, ada peristiwa Dunkirk yang bisa disejajarkan spesialnya.

Peristiwa Dunkirk

Peristiwa Dunkirk adalah misi evakuasi sekitar 338 ribu tentara Inggris dan Perancis dari pelabuhan Dunkirk di Perancis utara ke daratan Inggris saat berada dalam kepungan militer Jerman. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 Mei hingga 4 Juni 1940.

Kala itu, tentara Inggris-Perancis terperangkap strategi militer Jerman yang sangat cemerlang. Jerman sengaja memperlihatkan pemusatan militer yang mencolok di wilayah yang berbatasan dengan wilayah Prancis utara usai menaklukkan Belanda dan Belgia.

Dunkirk versi Christopher Nolan.
Dunkirk versi Christopher Nolan. (Courtesy of Warner Bross)


Inggris dan Perancis menduga Jerman akan menyerang dari sana, menyambut pasukan besar tersebut dengan bergerak ke arah utara.

Tak disangka, ternyata Jerman juga menggelontorkan pasukannya dari arah selatan Perancis, menembus hutan Ardennes. Inggris dan Perancis tidak pernah menduga rencana Jerman ini. Sebab di PD I, Jerman bergerak ke Perancis dari Belgia.

Terlebih, hutan Ardennes pun terkenal belantara dan terjal.

Dari hutan Ardennes, pasukan Jerman langsung merangsek ke arah utara dengan cepat. Tentara Inggris-Perancis yang sudah terlanjur berada di utara dengan sendirinya menjadi terkepung dari dua arah: pasukan yang sudah berada di Belgia dan pasukan yang bergerak dari selatan.

Tentara Inggris-Prancis pun mundur teratur hingga terdesak di ujung utara Perancis, yaitu Pelabuhan Dunkirk.

Pimpinan British Expeditionary Force, Lord John Gort mengeluarkan perintah untuk melakukan pengungsian. Segala jenis kapal yang sedang bersandar di pelabuhan Inggris dan yang sedang berlayar di sekitar Selat Channel dikerahkan untuk menjemput pasukan yang termangu di ujung utara Perancis.

Kapal perang, kapal penumpang, kapal pesiar, hingga kapal nelayan dialihfungsikan untuk menyukseskan misi tersebut.

Bagaimana dengan Jerman? Mengapa tidak langsung saja menghabisi pasukan yang sudah terkepung dan tidak berdaya tersebut?

Adolf Hitler tak dibahas sama sekali oleh Christopher Nolan dalam filmnya.
Adolf Hitler tak dibahas sama sekali oleh Christopher Nolan dalam filmnya. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)


Ada suatu keanehan menjelang proses evakuasi terjadi. Pasukan Jerman yang bergerak dari selatan dengan cepat, diminta berhenti dan tidak diperkenankan masuk ke wilayah Dunkirk.

Padahal, pasukan yang dikomandani Heinz Guderian tersebut hanya berjarak beberapa kilometer saja. Siapa yang memberi komando tersebut? Adolf Hitler, diktator Jerman kala itu.

Hitler tidak pernah berdiskusi terlebih dahulu dengan petinggi militer Jerman sebelum mengeluarkan larangan memasuki Dunkirk. Padahal, sebelum dilaksanakan, siasat pengepungan itu sudah diketahui dan diasese oleh Hitler sendiri. Di situ lah keanehannya.

Jenderal-Jenderal Jerman pun tidak berani mempertanyakan keputusan tersebut secara mendesak di hadapan Hitler langsung. Seperti yang diketahui, Hitler adalah orang yang keras kepala dan cenderung skeptis dengan pendapat bawahan-bawahannya.

Berbagai asumsi kemudian mengemuka perihal itu setelah perang usai. Baik asumsi yang dilihat dari kacamata militer, maupun yang diterawang dari sisi politik.

Mandat penghentian pasukan dari Hitler membuat misi pengungsian ratusan ribu pasukan Inggris-Preancis berjalan dengan baik. Memang, proses evakuasi diganggu oleh angkatan udara Jerman, Lufftwaffe dengan pesawat-pesawat pemburunya.

Namun, sangat sedikit pesawat yang dikerahkan, padahal saat itu Lufftwaffe masih memiliki ribuan pesawat beserta pilot-pilot terbaiknya.

Upaya Jerman ini jelas tidak bermaksud untuk menghabisi pasukan lawan yang siap meninggalkan kontinen Eropa. Alhasil, tentara Inggris-Perancis sukses mengungsi dari posisi terdesaknya ke wilayah yang aman di seberang lautan, yakni daratan Inggris.       

Keberhasilan evakuasi ini tentu sangat berarti bagi Perdana Menteri Inggris kala itu, Winston Churchill. Bagaimana tidak, jumlah orang yang dievakuasi sangatlah besar, yaitu mendekati 350 ribu orang yang sebagian besar terdiri dari tentara Inggris.



Churchill tentu senang, karena membentuk tentara profesional dalam jumlah ratusan ribu membutuhkan waktu yang cukup lama. 

“Kekalahan Jerman dan pembebasan Eropa telah dimulai di Dunkirk,” tutur sejarawan perang eropa terkemuka Chester Wilmot.  

Kekurangan Dunkirk versi Nolan

Dunkirk tak menampilkan Adolf Hitler.
Dunkirk tak menampilkan Adolf Hitler. (Courtesy of Warner Bross)


Nolan menyajikan cerita Dunkirk dari tiga sudut pandang: tentara yang dijemput (darat), pelaut yang menjemput (laut), dan pilot pesawat pemburu yang mengawal evakuasi (udara).

Seperti dalam film-film sebelumnya, Nolan menggarap Dunkirk dengan serius. Momen-momen saat peristiwa Dunkirk yang sebenarnya terjadi, digambarkan detail.

Khususnya sisi psikologis orang-orang saat itu. Nolan seperti ingin menjadikan filmnya sebagai referensi sejarah di kemudian hari.

Namun, apakah Nolan menyisipkan peran Hitler dalam keberhasilan evakuasi di Dunkirk?

Pengamat PD II sudah mempertanyakan itu sejak sebelum Dunkirk ditayangkan. Bagaimana pun, meski dicap sebagai dalang meletusnya perang, peran Hitler tidak bisa dieliminasi dalam kesuksesan evakuasi ratusan ribu orang dari Dunkirk ke daratan Inggris.

Namun nyatanya, Nolan sama sekali tidak memperlihatkan sosok musuh. Prajurit di pesawat yang menembaki tentara Inggris-Perancis saja tidak diperlihatkan, apalagi Hitler.

Nolan sendiri sempat mengungkapkan pendapatnya soal peristiwa Dunkirk kepada majalah Perancis, Premiere. Tapi pernyataannya saat itu pun tak menjawab soal keterlibatan Hitler.

“Jika evakuasi di Dunkirk tidak berhasil, Inggris akan segera menyerah kepada Jerman. Dan seluruh dunia akan kalah, atau mengalami nasib yang berbeda, yaitu Jerman akan menguasai kontinen Eropa, lalu Amerika tidak ikut serta dalam peperangan di Eropa,” tutur Nolan seperti dilansir dari Independent.

Tapi ada beberapa yang bisa diartikan dari kata-kata Nolan. Dari kalimatnya yang pertama, saya menganggap Nolan memposisikan Jerman sebagai pihak yang benar-benar sedang menyerang dan Inggris-Perancis berhasil menyelamatkan diri dari kekalahan.

Dia seolah begitu yakin bahwa kesuksesan proses evakuasi murni atas upaya Inggris. Padahal, seperti yang diuraikan sebelumnya, proses pengungsian tidak akan berjalan lancar jika pasukan Jerman tidak berhenti menuju Dunkirk.

Sangat disayangkan ketika Nolan benar-benar tidak menyisipkan bagian penting dalam peristiwa Dunkirk, yaitu ketika Hitler memandatkan penghentian laju pasukan.

Sutradara Christopher Nolan merupakan pelaku hiburan, bukan sejarawan.
Sutradara Christopher Nolan merupakan pelaku hiburan, bukan sejarawan.
(REUTERS/Danny Moloshok)


Nolan selama ini terkenal komperehensif menyajikan cerita lewat film-filmnya. Dia selalu berhasil memadukan berbagai aspek, sehingga tercipta rekonstruksi cerita yang padu nan mengagumkan.

Namun kali ini ia mengabaikan Hitler dalam karya terbarunya. Artinya, kita harus kembali siuman lalu memaklumi, bahwa Nolan adalah insan hiburan, bukan seorang sejarawan yang dituntut adil sejak dalam pikiran.
(Sumber: CNN)

Related Post

Comment