Malaysia Larang 'Despacito' karena Berkonten Seksual

Mayanadr10 26 7 17 107 Hot Style
Malaysia Larang 'Despacito' karena Berkonten Seksual

IDRUS.CO

Malaysia memutuskan melarang peredaran lagu Luis Fonsi, Despacito, di stasiun ataupun media milik publik akibat lirik yang bernuansa seksual. Menteri Komunikasi Malaysia mengeluarkan larangan itu setelah sejumlah kritik menyebut Despacito ‘tidak Islami’.

Diberitakan AFP, Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Salleh Said Keruak mengaku menerima sejumlah keluhan terkait lagu bernada reggae-pop yang mewabah di dunia itu.

Despacito tidak akan disiarkan oleh stasiun penyiar milik pemerintah karena kami menerima sejumlah keluhan. Lirik tidak layak untuk didengar,” kata Salleh.

Salleh mengatakan ia berharap televisi dan radio swasta akan mengikuti peraturan tersebut.

“Untuk stasiun swasta Malaysia, kami berharap mereka menerapkan sensor mandiri,” tambahnya.

Despacito yang dibawakan oleh musisi Puerto Riko Luis Fonsi serta Daddy Yankee dan dirilis pada Januari 2017 itu menimbulkan kontroversi terkait makna sesungguhnya lagu tersebut.

Despacito, dalam bahasa Latin berarti ‘perlahan’. Lagu itu sejatinya bercerita tentang godaan secara perlahan. 

Terjemahan bebasnya kira-kira, “Saya ingin menelanjangimu dengan ciuman perlahan, menandai dinding labirinmu, dan mengubah tubuhmu jadi manuskrip.”

Despacito sangat berakar Latin. Bukan hanya bahasanya, tapi juga kesan yang ditimbulkan. Soal musik yang membuat bergoyang, juga rayuan menggoda khas orang-orang Latin.



Namun, Despacito berhasil menjadi lagu paling didengar secara streaming di dunia. 

Universal Music Latin Entertainment menyebut Despacito versi original dan remix bersama Justin Bieber telah didengar secara streaming hingga 4,6 miliar kali di seluruh platform, termasuk YouTube dan Spotify.

Kepopuleran itu, disebut AFP, juga datang dari Malaysia.

Malaysia memiliki hukum sensor yang tergolong ketat, dan dalam beberapa waktu terakhir telah melarang sejumlah lagu dengan bahasa yang dianggab cabul atau kasar serta memotong atau memodifikasi adegan yang dianggap terlalu seksi atau pun bersinggungan dengan hal sensitif.

Sebelumnya, partai Islam oposisi, Parti Amanah Negara, mendesak Pemerintah Malaysia melarang lagu berbahasa Spanyol itu akibat liriknya yang dianggap sensual.

Artiza Umar, ketua aliansi wanita partai tersebut menggambarkan Despacito sebagai ‘porno’ dan tidak layak untuk anak-anak. Ia juga memperingatkan lagu itu dapat merusak moral masyarakat.

“Saya menyesal masalah lagu ini tidak disensor oleh Kementerian,” kata Artiza pada Rabu (19/7). “Saya mendesak pemerintah melarang lagu ini dan lainnya yang mengandung lirik cabul juga kasar yang tidak sesuai dengan Islam dan budaya ketimuran,”

Namun, Menteri Salleh mengakui bahwa di era modern, para penggemar akan tetap dapat mengunduh dan mendengar Despacito di platform lainnya.

Related Post

Comment