Berkah Musim Haji, Omzet Pengrajin Peci Naik 300 Persen

Yusuffirdaus50 27 7 17 92 Hot News
Berkah Musim Haji, Omzet Pengrajin Peci Naik 300 Persen

Pada musim haji seperti saat ini, para pengerajin peci kecipratan berkahnya. Rezeki para pengerajin peci itu bertambah dan produktivitas naik menjadi 300 persen.

"Musim haji juga permintaan naik. Saya kirim songkok 300 kodi per minggu. Kalau hari biasa 100 kodi," kata H Abdullah, pengrajin peci di Dusun Grogolan, Desa Kenep, Kecamatan beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (27/7/2017).

Abdullah mengatakan, banyaknya permintaan peci secara langsung mendongkrak omzetnya hingga puluhan juta rupiah. Kesibukan para karyawan juga sangat terasa. 

Mereka bekerja di bagian masing-masing sesuai keahlian. Mulai dari mempersiapkan bahan dari kain, mengukur dan memotongnya. Bahan kain yang sudah dipotong sesuai ukuran kemudian dibawa untuk dijahit membentuk peci.

Sedangkan karyawan lain fokus menyetrika, menyatukan kain dengan bahan plastik. Selain itu ada yang mengemas dan menata peci beragam bentuk atau motif siap jual, di sudut ruangan rumah.

"Saya juga melempar sebagian proses pekerjaannya ke ibu-ibu rumah tangga seputaran rumahnya, dengan cara borongan," terang Abdullah.

Abdullah mengatakan, kualitas peci produksinya tak kalah dengan produk pabrik. Harga yang dipatok juga bersaing.

"Kami memasang harga mulai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per kodi. Sebulan omzetnya bisa mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta," ungkap Abdullah.

Meski omsetnya tinggi, Abdullah menyebut biaya produksi juga tinggi, terutama ongkos karyawan yang disebut melampaui hampir separuh dari total penghasilan.

Sementara Ahmad, pengrajin peci lainnya di Desa Baujeng, Kecamatan Beji, mengungkapkan hal senada. Peci hasil produksinya dikirim ke sejumlah daerah di Jawa.

"Selain menjelang Idul Fitri, permintaan peci juga tinggi saat musim haji," ujar Ahmad yang sudah belasan tahun menekuni pekerjaan sebagai pengrajin peci.

Ahmad mengungkapkan meski punya belasan karyawan, ia harus melempar sebagian produksi ke para tetangganya.

"Ya ibu-ibu, anak-anak sekolah juga ikut setelah pulang sekolah," pungkas Ahmad. (cep)



Related Post

Comment