Pensiun Masal, Subang Kekurangan Ribuan Guru Aparatur Sipil Negara

Wildandarussalam6 27 7 17 84 Hot News
Pensiun Masal, Subang Kekurangan Ribuan Guru Aparatur Sipil Negara

IDRUS.CO-

Kabupaten Subang, Jawa Barat, kekurangan ribuan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, terjadi pensiun massal guru berstatus ASN yang diangkat melalui program Inpres era 1970-an.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Suwarna, mengatakan, jumlah guru berstatus ASN yang diangkat serentak melalui program Inpres itu sebanyak 6 ribuan orang. "Sekarang tinggal sekitar 3 ribuan lagi," kata dia saat ditemui Tempo di kantornya, Kamis, 27 Juli 2017.

 

Sesuai perhitungan, jumlah guru yang akan memasuki masa pensiun sampai akhir pertengahan 2018, akan bertambah sekitar seribu orang lagi. "Pada saat itu, jumlah guru ASN tinggal 2 ribuan lagi. Artinya, kondisi guru du Subang sudah masuk lampu kuning," kata Suwarna.

 

Kondisi tersebut berdampak buruk pada sistem belajar-mengajar di sekolah. Ia mencontohkan, SDN Cimenteng, saat ini, hanya dikelola dua guru ASN, sisanya guru honorer.

 

Untuk kepentingan keberlangsungan belajar-mengajar di sekolah saat ini, Suwarna mengatakan terbantu dengan para guru honorer. "Kalau enggak ada guru honorer, kami kalangkabut," ucapnya.

 

Menurut Suwarna, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) ihwal kondisi lampu kuning guru berstatus ASN tersebut. "Kami mengusulkan agar pihak BKSDM segera mengusulkan pengangkatan guru baru tersebut ke pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)," kata Suwarna.

 

Tetapi, lanjut Suwarna, pengangkatan guru baru tersebut tidak usah melalui rekrutmen baru melainkan dengan cara mengangkat guru berstatus honorer Kategori 2 atau K2 yang sudah terdaftar di database BKSDM dan Kemenpan-RB yang jumlahnya sekitar 4 ribuan orang.

 

Kepala BKSDM Kabupaten Subang, Nina Herlina, mengatakan, permintaan pengangkatan guru baru dari Dinas Pendidikan buat menutupi kekurangan guru berstatus ASN tersebut merupakan sebuah hal yang wajar. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada keputusan dari Kemenpan-RB soal pengangkatan guru baru berstatus ASN tersebut. "Kalau ada pengangkatan ASN baru, guru pasti mendapatkan skala prioritas," ujar Nina.

 

Nina mengungkapkan, saat ini, tercatat ada 6 ribuan pegawai honorer berstatus K2. Dari jumlah sebanyak itu, dua pertiganya guru honorer. Mereka siap diangkat melalui tes atau melalui pengangkatan otomatis. Ia pun berharap Kemenpan-RB segera merespon kondisi darurat guru di daerahnya tersebut. (wld)



Related Post

Comment