Saat Hendak Buka Lahan di Sumsel, 2 Pelaku Pembakaran Ditangkap Polisi

Yusuffirdaus50 27 7 17 61 Hot News
Saat Hendak Buka Lahan di Sumsel, 2 Pelaku Pembakaran Ditangkap Polisi

Dua orang pelaku pembakar hutan dan lahan (Karhutla) sejak sepekan terakhir ini berhasil ditangkap polisi. Keduanya ditangkap ketika sedang membuka lahan dengan cara membakar dan menyebabkan kebakaran.

Kedua pelaku yakni berinisial KM (45) warga Indralaya Utara yang ditangkap pada Jumat (21/7) dan TB (40) warga Sematang Borang Palembang ditangkap pada Rabu (26/7) siang sekitar pukul 12.00 WIB. 

"Pelaku saat ini sudah kita amankan di Mapolres Ogan Ilir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dimana pelaku ini kita pergoki saat sedang membuka lahan dengan cara membakar dan menyebabkan lahan lain terbakar," ujar Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Agus Sunandar dikutip dari detikcom, Kamis (27/7/2017).

Ditambahkan Sunandar, saat diperiksa para pelaku mengakui perbuatannya dan awalnya yakin bisa memadamkan sendiri api tersebut. Namun, karena angin kencang dan panasnya terik matahari api semakin besar dan menjalar ke lahan lain.

Tim satgas yang berpatroli langsung berhasil mengamankan pelaku. Tim juga langsung memadamkan api pada hari itu juga dan api tidak menjalar lebih luas ke lahan di sekitarnya. 

"Pelaku sudah mengakui jika dia yang membakar sendiri, karena selain pelaku ada juga beberapa barang bukti yang kita amankan yang digunakan untuk membakar seperti korek api dan alat pendukung lain. Awalnya pelaku ini yakin bisa mengendalikan api saat membakar, tapi karena terik matahari dan angin kencang api menjalar ke lahan lain di sekitarnya," sambung Sunandar.

Selain menangkap pelaku, Sunandar mengakui dari jauh hari pihaknya bersama TNI dan pemerintah telah mensosialisasikan pada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini agar kejadian kabut asap tahun 2015 tidak terulang kembali. Namun, dirinya menyayangkan karena tetap masih ada masyarakat yang tidak memahami hal itu.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Undang-undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ancaman hukuman di atas 5 Tahun penjara. (cep)



Related Post

Comment