Hati-hati! Air Kemasan Oplosan Beredar di Bogor

AjiFachrizal 27 7 17 84 Hot News
Hati-hati! Air Kemasan Oplosan Beredar di Bogor

IDRUS.CO - Ramai soal Aqua palsu yang tutupnya bisa dicungkil rupanya dialami warga Kota Bogor. Lewat komentarnya di media sosial, pemilik akun Tommy Tyo Hamami menceritakan soal keanehan minuman kemasan yang dibelinya di salah satu warung di Bogor.

Di Facebook-nya, Tommy menceritakan soal pengalamannya mendapatkan Aqua palsu yang kini videonya beredar luas. “Sebelum saya lihat video ini kejadian kemarin saya beli, saya lihat agak aneh tutupnya,” kata Tommy.

Keanehan itu terlihat dari warna tutup botolnya yang terlihat biru pudar. Ia pun mencoba memper­hatiakn dengan seksama hingga tutup tersebut berhasil dibuka persis seperti yang ada dalam video yang kini viral.

“Saya perhatikan tutupnya sebelum saya putar. Ternyata di keliling tutup atasnya agak pudar birunya, bisa dibuka persis seperti yang ada di video. Jadi saya minumnya langsung dari tutup atasnya tanpa muter tutupnya,” akunya.

Meski mengaku ada yang aneh, namun ia tak kepikiran jika minuman itu palsu. Sebab saat diminum, rasanya tak jauh beda dengan air putih pada umumnya.

“Saya pikir model baru tapi buat apa segel tutupnya. Kalau dari atasnya bisa dibuka. Karena ng­gak mikir apa-apa ya saya minum biasa. Alhamdulillah rasa airnya masih air putih,” urainya.

Pihak Aqua sendiri telah mem­berikan klarifikasinya bahwa Aqua yang tutup botolnya bisa dicungkil merupakan produk abal-abal alias palsu. Petugas layanan Aqua Menyapa, Indra, meminta agar masyarakat tidak meminumnya jika mendapat­kan produk tersebut.

“Jangan diminum, jangan dibuang, atau dikembalikan ke penjual. Mohon disimpan dahulu lalu segera hubungi Aqua Menyapa,” kata Indra. Video yang beredar di media sosial memancing kehebohan masyakarat, khususnya dari warga Kota Bogor.

Sekadar diketahui, dalam isi video itu, jika dilihat sekilas, tu­tup botol Aqua berukuran 330 ml itu memang tampak normal. Tetapi begitu dilihat lebih detail, ada yang tidak lazim dari tutup botol kemasan air mineral itu. Dalam video tersebut tampak beberapa orang membuka tutup botol tersebut bukan melalui segel, melainkan hanya dicungkil di bagian atasnya saja!

Beredarnya video Aqua palsu ini membuat masyarakat jadi gaduh. Tak sedikit konsumen Aqua yang resah dengan bere­darnya air minum kemasan palsu tersebut.

Fitri Hani, warga Kedungba­dak, mengaku khawatir dengan peredaran minuman palsu. “Sekarang kalau beli harus jeli. Biasanya saya cuma cek di bawah botol. Kadang ada sih yang rasanya beda sedikit pahit. Tetapi saya nggak cek tutup botolnya,” akunya.

Ia menduga minuman itu banyak beredar di pasar-pasar yang pengawasannya minim. “Kalau di minimarket kayaknya nggak. Tetapi kemungkinan di pasar. Soalnya saya beli di warkop gitu yang biasa mereka juga beli di pasar,” tuturnya.

Atas informasi itu, Kepala Unit Pasar Bogor Iwan Arief Budiman mengaku belum menerima laporan mengenai adanya Aqua palsu yang beredar di Pasar Bo­gor maupun pasar tradisional lainnya.

Namun, Iwan meminta pihak terkait menindaklanjuti temuan ini. Bukan hanya terhadap merk air kemasan yang sudah resmi atau ber-SNI (berizin POM), melainkan juga kepada air ke­masan rumahan. “Pengawasan intens harus diberikan pada produk rumahan. Sejauh ini kan yang belum air kemasan buatan rumahan,” pintanya.

Dirinya juga mengimbau ma­syarakat lebih teliti lagi saat akan membeli air botol kema­san. Sebab, kejadian air kema­san palsu sudah ramai beredar di lapangan. “Konsumen harus jeli dan teliti. Khususnya pada tutup botolnya, karena saat ini yang sudah mulai terbongkar tutupnya berbeda,” imbaunya.

Sementara Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, pihak Aqua harus melakukan investigasi sesegera mungkin untuk menenangkan publik. Sebab, Aqua merupakan salah satu produk minuman kemasan yang banyak dikonsumsi pen­duduk Indonesia.

“Seharusnya Aqua mem­berikan keyakinan pada pub­lik apakah hal itu benar atau permainan dan atau memang terjadi betulan atau mungkin persaingan,” kata Tulus.

Tulus menambahkan, Aqua juga harus turun ke lapangan langsung untuk melihat proses distribusi produknya tersebut. “Aqua juga harus mengevaluasi proses distribusinya. Misalnya cara mendisplay agar tidak dije­mur dan lain-lain,” ungkapnya.

Terpisah, PR Agency Da­none Aqua Intan Wibisono menyatakan kasus ini masih ditelusuri. “Kita lagi telusuri dan segera ditindaklanjuti,” singkat Intan.(aji)



Related Post

Comment