West Ham Olok-Olok Dimitri Payet

Adityapamungkas 27 7 17 84 Hot Sport
West Ham Olok-Olok Dimitri Payet

IDRUS.CO - Pemilik West Ham, David Sullivan, menggambarkan Dimitri Payet sebagai individu yang cacat. Klub Liga Primer pun menjualnya karena keberadaannya membawa pengaruh yang mengganggu tim secara keseluruhan.

Payet menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan The Hammers saat bergabung dari Marseille dengan harga £ 10,5 juta pada bulan Juni 2015. Dia memberi dampak positif di musim pertamanya, dengan mencetak sembilan gol dan 12 assist dalam 30 penampilan di Liga Primer.

Dia memperpanjang kontraknya dengan West Ham sampai 2021 pada Februari 2016. Namun setelah dia tampil mengesankan di Euro 2016 di Prancis dan menarik perhatian dari sederet tim top Eropa, dia pun mulai berulah, sebelum akhirnya dijual dalam sebuah kesepakatan senilai £ 25 juta di akhir musim 2015-16.

Sullivan menggambarkan pembelian dan penjualan Payet sebagai “bisnis yang baik”, meski menyebutnya sebagai pribadi yang buruk.

“Kami tahu Dimitri cacat, dan karena itulah kami mendapatkannya sebesar £ 10,5 juta,” kata Sullivan kepada talkSPORT

“Ini adalah pembelian yang fantastis, tapi kami tahu bahwa kami membeli individu yang cacat dan seseorang yang bisa melakukan mogok kerja – dia telah melakukan semuanya sebelumnya.”

“Itu sebabnya dia tidak pernah mencapai potensi penuhnya sebagai pemain dan mengapa klub-klub besar menjauhinya, tapi saya harus mengatakan bahwa dia adalah pelayan yang fantastis untuk klub tersebut. Dia memberi kami 18 bulan yang indah, terutama 12 bulan yang pertama.”

Sullivan mengakui, bagaimanapun, bahwa dia akan memempertahankan sang spesialis bola mati jika dia tidak mengganggu di Stadion London.

“Kami tidak ingin menjualnya, tapi kami mendapat sekitar dua setengah kali lipat dari apa yang kami bayar untuknya dan Anda harus mengatakan itu adalah bisnis yang bagus. Bukan apa yang kami inginkan, tapi seperti klub seperti West Ham, terkadang kami harus menjual,” Sullivan menambahkan.

“Kami tidak akan menjualnya kecuali jika kami harus bertemu setelah bertemu dengannya – dia ingin keluar dan manajer menginginkannya keluar. Dia [Slaven Bilic] tidak ingin memiliki sebuah kamp yang tidak bahagia.” (gb)



Related Post

Comment