Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Bobotoh Menyerahkan Diri

Purnamacerahhati 27 7 17 214 Hot News
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Bobotoh Menyerahkan Diri

IDRUS.CO

Ricko Andrean (22), korban pengeroyokan oknum Bobotoh saat laga Persib Bandung versus Persija Jakarta akhirnya meninggal dunia usai enam hari tak sadarkan diri. Polisi hingga kini masih terus mencari pelaku pengeroyokan yang menewaskan Ricko.

"Saya tegaskan, untuk para pelaku agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo saat melayat ke rumah almarhum Ricko di Jalan Tamim Abdul Syukur, Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017).

Hendro menyampaikan duka mendalam kepada keluarga Ricko. Sehari sebelum Ricko meninggal, Hendro bersama jajarannya ikut membesuk almarhum yang dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf, Bandung.

Hendro mengatakan, penyelidikan kasus Ricko masih terus berlangsung. "Sudah lima orang yang diperiksa," kata Hendro.

Ia menuturkan, Ricko yang dikeroyok saat menonton Persib versus Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api mulanya berniat membantu orang yang dikeroyok sekelompok suporter. Celakanya, malah dia yang jadi sasaran. "Korban ini niatnya baik saat kejadian. Dia niat nolong orang yang di keroyok," sambung Hendro.

Akibat pengeroyokan, Ricko babak belur dan tak sadarkan hingga meninggal dunia sekira pukup 10.15 WIB tadi. Hendro meminta doa agar polisi segera bisa menangkap pelaku pengeroyokan Ricko.

Kakak kandung Ricko, Ratna Djuwita (40) mengatakan, Ricko sempat kritis subuh tadi sebelum mengembuskan napas terakhir. "Subuh tadi, pihak rumah sakit mengatakan kondisinya (Ricko) kritis,‎" ujarnya.

Ratna sangat terpukul atas meninggalnya adik kesayangan tersebut. Ia menuturkan, Ricko merupakan pecinta Persib sejati. Almarhum nyaris tanpa absen menonton tiap kali Persib bermain.

Bahkan saat laga terakhir saat menjamu Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Ricko rela pulang kerja lebih cepat untuk menonton laga tim kesayangannya.

Menurut Ratna, Ricko sudah dari dulu menyukai Persib. Bahkan saat masih sekolah, ia rela meninggalkan ujian sekolahnya demi bisa menonton Persib. “Pernah meninggalkan ujian sekolah demi Persib," kata dia.

Ratna pun berharap agar polisi segera menangkap pelaku pengeroyokan yang menewaskan adiknya.

Pantauan dilokasi, hingga kini rumah almarhum Ricko terus dibanjiri para pelayat mulai dari rekan sejawat, sesama bobotoh, dan warga sekitar terus berdatangan. Manajer Persib Umuh Muchtar dan Wali Kot‎a Bandung Ridwan Kamil juga dijawakan bertandang ke rumah duka.

Jenazah Ricko rencananya dimakamkan sore nanti di Cikutra, dekat dengan makam ibunya. (ade)

Related Post

Comment